Empat Negara Ini Kecam Rencana Pemindahan Kedubes AS Ke Yerussalem

167
Ilustrasi Yerussalem yang saat ini diklaim AS sebagai Ibu Kota Israel. Foto : Istimewa

Sebatin.com, Jakarta – Setelah Klaim Yerussalem sebagai Ibu Kota Israel, Amerika Serikat berencana untuk menggeser Kedubesnya dari Tel Aviv ke kota suci tiga agama ini. Rencana tersebut pun mendapat kecaman dari beberapa negara besar seperti China, Rusia, Iran, dan Turki.

Keputusan tersebut dianggap suatu kemunduran setelah sebelumnya, AS menyatakan status Yerussalem diputuskan dari hasil perundingan dengan Palestina yang juga menuntut kota itu sebagai ibu kota mereka.

Presiden Kecam Klaim AS Atas Yerussalem

Meski tidak begitu aktif terhadap persoalan Timur Tengah, Cina merupakan salah satu negara yang mendukung Palestina merdeka. Melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Geng Shuang, mengatakan keputusan tersebut hanya akan meruncingkan persoalan konflik yang ada di Timur Tengah.

“Semua pihak harus berbuat lebih banyak demi perdamaian di kawasan ini, mereka harus lebih berhati-hati, dan menghindari langkah-langkah yang bisa memicu kerusuhan baru di kawasan,” kata Geng.

Hal senada disampaikan oleh Rusia, melalui juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, pihaknya mengkhawatirkan terhadap konflik antara kedua negara (Israel dan Palestina, red) tersebut semakin parah akibat dari kebijakan Trump.

“Meski demikian, kami belum akan berkomentar mengenai keputusan yang belum diambil,” kata Dmitry Peskov, dalam konferensi pers.

Sementara itu, Pemimpin Agung Iran, Ayatullah Ali Khamenei menyatakan, keputusan AS itu merupakan suatu tanda kegagalan dan ketidak mempuan politik luar negeri dari AS.

“Bahwa mereka (Amerika Serikat, red) menyatakan ingin menjadikan Quds (Yerussalem) sebagai ibu kota Palestina yang diduduki, itu adalah karena ketidakmampuan dan kegagalan mereka,” kata Khamenei.

Iran yang merupakan salah satu negara yang mendukung Palestina merdeka dengan cara menggunakan senjata melawan Israel ini, bahkan menyebut AS sudah tidak mampu mencapai tujuan yang ia kehendaki. Khamenei juga menyindir bahwa, di kawasan Timur Tengah, tidak sedikit yang patuh atas kehendak AS.

“Para pejabat pemerintah Amerika Serikat mengatakan sendiri bahwa mereka harus memulai peperangan di kawasan untuk melindungi keamanan rezim Zionis Israel,” kata Khamenei.

Tak ketinggalan, Turki juga turut mengecam hal serupa kepada AS. Mevlut Casuvoglu, Menteri Luar Negeri Turki mengungkapkan bahwa, AS telah melakukan kesalahan besar karena mengakui Yerussalem sebagai ibu kota Israel. Bahkan, ia mengaku telah mengingatkan persoalan tersebut melalui Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson.

Ini adalah kesalahan besar yang tidak akan membawa stabilitas, melainkan kekacauan, Dunia sepenuhnya mengecam hal ini,” kata dia.

Diperkirakan, untuk memindahkan Kedubes AS ke Yerussalem itu membutuhkan waktu hingga empat tahun. Sementara, komunitas internasional tidak mengakui apabila kota suci dari Islam, Yahudi, dan Kristen ini sepenuhnya kedaulatan Israel.

Sumber : Antara
Editor    : Addarori Ibnu Wardi

Tinggalkan Komentar Anda