Enam Tahun Nihil Penghargaan Adipura, Ini Penjelasan Yerri Noer Kartiko

71
Enam Tahun Nihil Penghargaan Adipura, Ini Penjelasan Yerri Noer Kartiko
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro Yerri Noer Kartiko

Sebatin.com, Kota Metro – Dalam kurun waktu enam tahun kebelakang Penghargaan Adipura tak jua singgah di Bumi Sai Wawai. Penghargaan dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup yang diberikan kepada kabupaten atau kota yang dinilai berhasil dalam mengelola kebersihan dan lingkungan perkotaan secara berkelanjutan tersebut, terakhir kali berhasil diraih oleh Pemerintah Kota Metro (Pemkot) pada tahun 2013.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro Yerri Noer Kartiko berharap Kota Metro dapat kembali meraih penghargaan itu. “Terakhir 2010-2013 secara berturut-turut dan setelah itu kita belum mendapatkan kembali, dikarenakan RPJMD kita belum memenuhi syarat,” kata Yerri, Rabu (10/02/21).

Dia menjelaskan, untuk syarat mendapatkan penghargaan Adipura target RPJMD harus memenuhi syarat, yaitu 80 persen pengurangan sampah dan 20 persen penanganan sampah.

“Syarat masuk klasifikasi penilaian Adipura berdasarkan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) adalah harus memenuhi target 80 persen pengurangan sampah dan 20 persen penanganan sampah. Sedangkan menurut Kebijakan Strategis Nasional (Jakstranas), targetnya 70 persen pengurangan dan 30 persen penanganan sampah,” jelas Yerri.

Terkait penanganan pengurangan sampah, Yerri juga menyampaikan, bahwa semua warga harus bisa mengurangi produksi sampah sehingga volumenya yang masuk ke tempat pembuangan sampah (TPA) juga berkurang.

“Maka perlu ada peran bank sampah TPS3S di tingkat kelurahan dan kecamatan untuk menyaringnya sehingga sampah yang masuk TPA dapat berkurang volumenya. Itu salah satu upaya kita,” ucapnya.

Yerri menjelaskan, nihil Kota Metro mendapatkan penghargaan Adipura jika kondisinya masih sama seperti sekarang. “Dengan kondisi hari ini, Kota Metro tidak akan pernah mendapatkan Adipura. Bentuk usaha yang bisa dilakukan di antaranya adalah harus ada lokasi TPA yang baru dan detail engineering design atau DED. Namun tak semudah itu, karena membangun TPA baru harus ada izin lingkungan (Amdal),” jelasnya.

Ia juga menambahkan, terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan untuk memperoleh kembali penghargaan Adipura.

“Di antaranya lokasi TPA, peran TPS3S, bank sampah di setiap kelurahan dan kecamatan, ditambah yang terpenting harus ada ruang terbuka hijau di setiap titik Kota Metro. Selain itu sampah yang sulit terurai menjadi persoalan utama, di mana masih banyak kita temukan toko-toko hingga para pedagang yang menggunakan styrofoam dan plastik, padahal sudah ada ketentuan terkait penggunaan bahan tersebut. Itu jadi tugas kita semua, bagaimana caranya sampah yang masuk ke TPA dapat berkurang hingga 70 persen,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Komentar Anda