Festival Putri Nuban Diharapkan Dapat Menjadi Event Kebudayaan Unggulan di Kota Metro

13
Festival-Putri-Nuban-Diharapkan-Dapat-Menjadi-Event-Kebudayaan-Unggulan-di-Kota-Metro-01
Walikotya Metro Achmad Pairin dan Wakil walikota Metro Djohan diarak dengan tandu kehormatan guna menuju lokasi pelaksanaan Festival Putri Nuban, di areal Samber Park Kota Metro, Rabu (9/11/18).

Sebatin.com, Kota Metro – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) Kota Metro, menggelar kegiatan Festival Putri Nuban Tahun 2018, yang dipusatkan di areal Samber Park Kota Metro, Rabu (21/11/18).

Dijelaskan dalam sambutan Ketua MPAL Kota Metro, Sahabudi, yang memaparkan terkait teknis pelaksanaan acara yang akan di awali dari prosesi Munggah Bumi (Mepadun / Cakak Pepadun), dan kemudian dilanjutkan dengan Pagelaran Tari Putri Nuban. “Dan dalam pelaksanaan Munggah Bumi tersebut juga memiliki beberapa tahapan, yakni persiapan sebelum Mepadun / Cakak Pepadun dan pelaksanaan Munggah Bumi / Mepadun”, terangnya.

“Mudah-mudahan dengan diadakannya acara ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Selain Prosesi Munggah Bumi Mepadun juga ada Prosesi Sakai Sembayan, yang bermakna memberikan sesuatu kepada seseorang atau kelompok, baik dalam bentuk benda dan jasa yang mempunyai nilai-nilai ekonomi, tanpa mengharapkan suatu balasan atau imbalan. Semoga kedepannya bisa dibantu kepada Ketua Dewan untuk membantu melestarikan kebudayaan Lampung”, ujar Ketua MPAL Kota Metro.

Festival-Putri-Nuban-Diharapkan-Dapat-Menjadi-Event-Kebudayaan-Unggulan-di-Kota-Metro-02
Walikota Metro Achmad Pairin bersama Wakilnya, Djohan saat melakukan prosesi menari dalam rangkaian pelaksanaan Festival Putri Nuban Tahun 2018.

Pada momen yang sama, Walikota Metro Achmad Pairin, dengan semangat menyampaikan rasa bangganya dan sangat mengapresiasi atas kinerja dan pemikiran segenap panitia pelaksana kegiatan tersebut, terutama kepada para Tokoh Adat dan Penyimbang Marga, sehingga pelestarian adat dan budaya dapat tetap terjaga di Kota Metro. “Acara ini dapat mengingatkan tentang sejarah, dan menggambarkan prosesi adat istiadat Warga Kebudayaan Nuban untuk terus kita lestarikan”, jelasnya.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, kita semua akan termotivasi untuk terus ikut serta dalam pelestarian budaya Lampung. Dan untuk kegiatan ini, harapannya mampu menjadi salah satu event yang menjadi unggulan dan daya tarik di Kota Metro. Ke depannya bisa lebih kita tingkatkan, agar lebih dikenal baik di tingkat lokal, regional maupun di tingkat nasional”, kata Achmad Pairin.

“Dan saya, atas nama jajaran Pemerintah Kota Metro, juga ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Jika dalam kinerja kami, dan pelaksanaannya ada yang kurang sempurna dan belum memenuhi kaidah-kaidah budaya atau adat yang seharusnya berlaku. Sekali lagi mohon di maafkan”, pungkasnya.

Turut hadir mendampingi Walikota dan Wakil Walikota Metro dalam acara tersebut, Sekda Kota Metro, Asisten l dan II, jajaran Forkopimda Kota Metro, Kapolres Kota Metro, Kepala MPAL, Kepala Kejaksaan Kota Metro, DPW Kota Metro, Ketua OPD se-kota Metro, serta jajaran Camat serta Lurah se-Kota Metro. (Adv)

Tinggalkan Komentar Anda