Full Day School Segera Diberlakukan, Komisi II Minta Sekolah Bersiap

372
Full Day School Segera Diberlakukan, Komisi II Minta Sekolah Bersiap
Kantorr DPRD Kota Metro. Foto: Hendra - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro meminta sekolah-sekolah di Bumi Sai Wawai untuk segera menyiapkan metode full day school (8 jam belajar).

“Kebetulan kemarin saya diskusi bersama Kemendikbud di Jakarta mewakili Lampung. Dari yayasan pendidikan, bukan dari DPRD memang. Tapi intinya, tahun ajaran baru ini akan diberlakukan full day school,” terang Yulianto, Sekretaris Komisi II, Jumat (12/05/2017).

Karenanya, metode pembelajaran di sekolah yang ada di Kota Metro harus sudah disesuaikan. Pasalnya, pembelajaran pada full day school tidak lagi dengan cara bertatap muka, membaca, hingga menerangkan di depan kelas tetapi lebih mengarah pada pendidikan karakter.

“Jadi guru itu harus siap. Dan tidak lagi sibuk dengan urusan sertifikasi 24 jam per bulan itu. Karena dengan 8 jam per hari, itu terpenuhi. Nah, metode pembelajaran harus berubah, tidak lagi hanya di kelas,” paparnya.

Menurutnya, dalam full day school guru dituntut untuk kreatif agar siswa tidak merasa berat dengan 8 jam belajar. Di mana tidak lagi berpatokan belajar di dalam kelas. Tapi bisa di laboratorium, kebun, rumah ibadah, dan lainnya, sesuai dengan kearifan lokal masing-masing.

“Dan hari sabtu itu libur. Jadi anak dan orang tua bisa punya lebih banyak waktu saat weekend, di mana orang tua lebih banyak tidak beraktivitas. Jadi kesimpulan kemarin, tahun ini dimulai. Sekarang permendikbudnya lagi digodok,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro Ria Andari mengaku, Bumi Sai Wawai siap untuk menerapkan metode pembelajaran 8 jam atau full day school. Namun akan dilakukan secara bertahap.

“Nanti kita lihat dulu, mana sekolah yang siap untuk melakukan itu. Tidak langsung semuanya, untuk sekolah negeri ya. Dari situ kan nanti bisa dievaluasi, sampai pada tahap seluruh sekolah diberlakukan,” katanya.

Sementara itu, Sekolah Menengah Atas Negeri 3 (SMA) Metro mengaku siap dengan akan diberlakukannya program sekolah 8 jam.

Kepala SMAN 3 Metro Ibnu Budi Cahyana mengatakan, SMAN 3 siap memberlakukan program sekolah 8 jam. Namun, untuk teknis pelaksanaan masih akan dikoordinasikan dengan stake holder sekolah.

“Prinsipnya kami siap mendukung pemerintah. Tetapi untuk teknisnya masih mau kami koordinasikan,” terangnya melalui sambungan telephone.

Kepala SMPN 1 Metro Sunanto mengaku belum ada surat pemberitahuan perihal akan diberlakukannya program sekolah 8 jam atau full day school.

“Kami juga belum dapat pemberitahuan. Dan sosialisasi juga belum ada. Saya belum berani mau bicara siap atau tidaknya karena kami belum mengetahui apa-apa saja peraturannya,” pungkasnya.

(Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda