Gagal Panen, 6 Petani Ajukan Klaim Asuransi

366
Gagal Panen, 6 Petani Ajukan Klaim Asuransi
Para petani sampaikan keluhan mereka ke asuransi Jasindo yang kemudian mereka mengansuransikan lahan padi mereka saat berada di BPP Metro Barat, Kamis (23/02/2017). Foto: Arby - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Sebanyak 6 petani di Kota Metro telah mengajukan klaim asuransi terhadap Asuransi Jasindo lantaran lahan pertanian padi mereka dipastikan gagal. Namun, hingga saat ini baru satu kelompok tani yang telah selesai pencairan dana asuransi.

Kabid Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Metro, Wiji menjelaskan, dari 6 petani yang mengajukan klaim, 4 diantaranya masih dalam proses pencairan. Kemudian satu diantaranya masih dalam proses berkas.

“Artinya yang sudah pencairan uang asuransi baru satu, yakni kelompok tani Sami Jaya yang diketuai oleh Samadi. Potan Sami Jaya ini ada di Kelurahan Purwoasri Metro Utara. Tanaman padi yang gagal seluas 3,2 hektare lantaran serangan tikus dengan dana asuransi yang dicairkan sebesar Rp 15 juta. Yang jelas perhitungannya secara persentase dari Rp. 18 juta per hektare,” bebernya kepada Sebatin.com di Balai Pertanian Perikanan (BPP) Metro Barat, Kamis (23/02/2017).

Secara rinci Wiji menuturkan, untuk para petani yang masih dalam proses pencairan adalah Rusli petani Margodadi Metro Selatan dengan lahan seluas 0,25 hektare lantaran serangan tikus dengan klaim dana asuransi Rp 1,5 juta. Kemudian Odi Purwanto petani Mulyosari Metro Barat yang terserang tikus di lahannya dengan luas 0,1130 hektare sehingga klaim dana asuransinya Rp 678 ribu. Juga Sugianto Petani Mulyosari dengan dana klaim asuransi Rp 570 ribu dari luas lahan 0,095 Hektare yang diserang tikus. Lalu Sipan petani Rejomulyo Metro Selatan yang terkena musibah banjir dengan luas lahan 0,25 hektare sedang dalam proses pencairan dana asuransi sebesar Rp 1,5 juta.

“Untuk Basori petani Rejomulyo berkasnya memang belum naik, namun saat ini sedang pengurusan pelengkapan berkas. Tapi memang lahan padinya mengalami gagal panen. Saya harap para petani yang mengalami gagal panen hanya 6 ini saja. Mengingat kami dari dinas selalu berupaya membantu petani. Ini demi kesejahteraan petani,” paparnya seraya mengatakan bahwa saat ini ada 6 kelompok tani baru yang mendaftar asuransi di wilayah Mulyosari.

Sementara, pihak Marketing Asuransi Jasindo Titus Laksa Gumilang mengemukakan, kuota klaim bagi para petani se Provinsi Lampung mencapai 25 ribu hektar lahan pertanian padi. Sedangkan untuk biaya pendaftaran bagi para petani hanya mencapai Rp36 ribu/hektar.

“Petani hanya membayar 20% dari nilai pendaftaran yang sesungguhnya mencapai Rp 180 ribu/hektare. Sebab yang 80% dibayar oleh pemerintah. Dan lahan pertanian yang gagal panen hanya bisa diklaim untuk per periode tanam yakni selama 4 bulan masa tanaman,” bebernya.

Ia juga mengakui bahwa resiko tanaman yang dijamin adalah kerusakan fisik atau kerugian tanaman padi yang disebabkan oleh Banjir, kekeringan, organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Untuk OPT sendiri seperti Hama tanaman dan penyakit tanaman.

“Hama tanaman itu seperti penggerek batang, wereng batang coklat, walang sangit, tikus, ulat grayak, dan keong mas. Sementara untuk penyakit tanaman seperti Blast, bercak coklat, tunggro, busuk batang, kerdil hampa, kerdil rumput atau kerdil kuning, dan kresek,” tuntasnya.

(Arby)

Tinggalkan Komentar Anda