Gelar Operasi Waspada Krakatau 2018, Polres Mesuji Amankan Puluhan Senpi Rakitan

23
Gelar-Operasi-Waspada-Krakatau-2018,-Polres-Mesuji-Amankan-Puluhan-Senpi-Rakitan-02
Kapolres Mesuji , AKBP Edi Purnomo, didampingi Kabag Ops Dwi Santoso dan Kasat Reskrim AKP Dannis, saat memimpin Konferensi Pers Hasil Operasi Waspada Krakatau 2018, yang berlangsung di halaman Polres setempat, Kamis (29/11/18).

Sebatin.com, Mesuji – Sebanyak 41 pucuk senjata api rakitan dan 24 butir amunisi aktif, berhasil diamankan oleh jajaran kepolisian Polres Mesuji. Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Mesuji , AKBP Edi Purnomo, secara langsung dihadapan media dalam Konferensi Pers Hasil Operasi Waspada Krakatau 2018, yang berlangsung di halaman Polres setempat, Kamis (29/11/18).

“41 pucuk senjata api rakitan tersebut berhasil kita amankan dari adanya partisipasi masyarakat, yang secara sadar dan sukarela menyerahkannya kepada pihak kepolisian, namun 1 pucuk senjata api rakitan kami dapatkan dari salah satu buruan atau Target Operasi (TO) kita. Dari puluhan senpi rakitan yang berhasil diamankan, paling banyak kita dapatkan dari wilayah hukum Polsek Mesuji Timur dan Polsek Tanjung Raya”, ungkap AKBP Edi Purnomo, didampingi Kabag Ops Dwi Santoso dan Kasat Reskrim AKP Dannis.

Gelar-Operasi-Waspada-Krakatau-2018,-Polres-Mesuji-Amankan-Puluhan-Senpi-Rakitan-01
Puluhan Senpi Rakitan yang berhasil di amankan dalam Operasi Waspada Krakatau 2018

Secara teknis, lanjut Kapolres Mesuji, Operasi Waspada Krakatau 2018 tersebut dilaksanakan oleh pihak Polres Mesuji dan Polsek jajaran selama kurun waktu 14 hari , yang dimulai sejak tanggal tanggal 15 hingga 28 Nopember kemarin.

Dan untuk masyarakat yang masih dengan sengaja menyimpan senjata api rakitan dan butir-butir peluru aktif, Kapolres AKBP Edi Purnomo menghimbau untuk secepatnya diserahkan kepada pihak yang berwajib. “Untuk teknis penyerahhannya, bisa langsung diserahkan ke pihak Polsek melalui Bhabinkamtibmas, atau melalui Kepala Desa, untuk selanjutnya pihak mereka yang akan menyerahkannya kepada kami. Tenang, untuk penyerahan secara sukarela, tidak akan ada sanksi apapun”, ujarnya.

“Namun untuk yang merupakan TO, tentunya akan kami jerat dengan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951, tentang larangan kepemilikan senpi illegal. Jdan hukumannya adalah hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun”, pungkas AKBP Edi Purnomo. (Roby)

Tinggalkan Komentar Anda