Gelar Reses, Komisi II DPRD Lampung Sosialisasi Perda No. 1 Tahun 2016 di Lamsel

2
Gelar Reses, Komisi II DPRD Lampung Sosialisasi Perda No. 1 Tahun 2016 di Lamsel
Sekretaris Komisi II DPRD Prov Lampung Dapil Lamsel Fraksi PDI-P, Sahlan Syukur, saat mensosialisasikan Perda No. 1 Tahun 2016, di Desa Sidomulyo Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, Minggu (9/08/20).

Sebatin.com, Lampung Selatan – Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Lampung Dapil Lampung Selatan Fraksi PDI-Perjuangan Sahlan Syukur, SE menggelar agenda Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Lampung Nomor 1 Tahun 2016, tentang Pedoman Rembug Desa Dan Kelurahan Dalam Pencegahan Konflik Di Provinsi Lampung, Minggu (9/08/20).

Kegiatan tersebut digelar di Desa Sidomulyo Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu jaga jarak dan memakai masker. Agenda Sosperda tersebut menghadiri dua Narasumber yaitu Ir. H. Endro Siswantoro Yahman, M.Sc selaku Anggota Komisi II DPR RI dan Dra. Nur Prima Qurbani M.Si dari Dinas Pendidikan dan Budaya Provinsi Lampung serta Kadus di Desa Sidomulyo.

Menurut Endro, kegiatan ini adalah bentuk kepedulian pemerintah daerah dan tanggung jawabnya dalam mensosialisasikan Perda yang telah dibuat oleh badan legislatif dan eksekutif sebagai acuan atau payung hukum masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

Sementara, Nur Prima juga mengatakan, melalui rembuk desa ini akan dapat mengetahui masalah yang terjadi di desa dan bagaimana solusinya, termasuk melakukan evaluasi terhadap program yang sudah dijalankan.

Ditambahkan oleh Sahlan Syukur, bahwa sosialisasi Perda ini merupakan rutinitas bulanan Anggota DPRD dalam mensosialisasikan Perda yang dibuat pemerintah agar masyarakat dapat mengetahui serta memahami isi dan fungsinya.

Sahlan juga menghimbau kepada jajaran prangkat desa agar rembuk desa ini dijalankan dengan rutin sebagai partisipasi masyarakat menyampaikan pendapat dan memperluas ilmu pengetahuan dalam menentukan arah pembangungan desa.

Selain itu adanya Perda tentang rembuk desa ini guna mengantisipasi terjadinya Konflik yang terjadi. “Kalau rembug desa ini dijalankan saya yakin masalah yang ada di desa baik sosial, ekonomi dan budaya yang berkaitan dengan pembangunan desa dapat teratasi,” ujarnya.

“Saya berharap adanya sosialisasi ini menjadi bermanfaat untuk kita semua dan musyawarah yang ada di desa ini pelaksanaannya dapat berjalan lebih aktif dan demokratis lagi,” pungkasnya. (nnt/ad)

Tinggalkan Komentar Anda