Gubernur Lampung Minta Prioritaskan Keamanan Pemilih pada Pemilu 2019

9
Gubernur-Lampung-Minta-Prioritaskan-Keamanan-Pemilih-pada-Pemilu-2019
(kiri) Kapolda Lampung, Irjen Purwadi Arianto, Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, dan Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan dalam acara Apel Tiga Pilar Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Kepala Desa/Lurah dalam menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, di Ballroom Novotel, Kamis (13/12/18).

Sebatin.com, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo meminta kepada para Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan seluruh aparatur pemerintah mengamankan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Menurut Gubernur, keselamatan para pemilih harus menjadi prioritas pada Pemilu serentak pertama dalam sejarah Indonesia itu.

Gubernur Lampung tersebut juga mengatakan, para Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan seluruh aparatur pemerintah, memiliki tanggung jawab baik langsung mau pun tidak langsung, untuk menjaga wilayahnya, sehingga berjalan sebaik mungkin tanpa terlalu banyak distorsi yang memengaruhi kehidupan masyarakat. “Suara rakyat adalah suara Tuhan, dan kita harus menjaga suara itu. Maka sebagai aparatur negara, kepentingan dan keselamatan rakyat ini lah yang harus dipegang”, ujarnya dalam sambutan pada acara Apel Tiga Pilar Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Kepala Desa/Lurah dalam menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, di Ballroom Novotel, Kamis (13/12/18).

Dalam acara yang bertemakan ‘Sinergitas dan Soliditas TNI/Polri dan Kepala Desa/Lurah’ tersebut, Gubernur Ridho Ficardo menyampaikan, makin tinggi level kontestasi, ancamannya justru menurun, bahkan hampir tidak ada. “Insya Allah di Lampung ini aman. Apalagi penjagaan ada dimana-mana, tetapi pada level di bawah justru tingkat bahayanya lebih tinggi, seperti pileg kabupaten dan kota”, terangnya.

“Dan pihak TNI serta Polri, yang tidak memiliki hak suara, harus memahami dan tidak boleh apatis terhadap politik. Karena semua proses kebangsaan dan kenegaraan sangat dipengaruhi proses politik. Orang yang buta politik adalah yang paling merugi, karena semua hal ditentukan proses politik. Ketika bisa memahaminya, kita tahu yang terbaik untuk bangsa. Kita tahu situasi dan bisa meminimalisir hoax”, pungkas Gubernur Ridho.

Sementara itu Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan, menjelaskan maksud tiga pilar, yakni agar mampu mengajak seluruh komponen masyarakat ikut berpartisipasi aktif dan ikut proaktif dalam kegiatan, agar mudah mendeteksi dan mencegah bahaya yang timbul di wilayahnya. “Tiga pilar itu harus terus bersatu menjaga keharmonisan dan kekompakan dalam menjaga stabilitas keamanan di desa”, ujarnya.

“Dan jika tiga pilar itu peka, peduli dan kompak maka setiap permasalah kecil yang ada didesa dapat diselesaikan dengan baik”, kata Pangdam II Sriwijaya.

Ditambahkan oleh Kapolda Lampung, Irjen Purwadi Arianto, bahwa tujuan apel tiga pilar tersebut yaitu terciptanya situasi kondusif bagi para pelaksanana pesta demokrasi yang aman damai dan sejuk. “Fungsi dan peran tiga pilar itu yakni proaktif, deteksi dini dalam mencegah dan menangkal gangguan”, jelasnya.

“Tiga pilar ini memiliki peran yakni partnership yang artinya bermitra pada segenap lapisan masyakar dalam menggali informasi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Lalu, penyelesaian masalah di tingkat desa, sehingga permasalahan sekecil apa pun dapat diselesaikan dengan baik”, papar Irjen Purwadi Arianto.

Purwadi menuturkan pemilu dapat sukses asalkan partisipasi masyarakat tinggi, dan tidak ada money politik. Kegiatan kampanye berisi ide program bukan sara, hoax dan menyebar kebencian. “Berdayakan semua potensi masyarakat untuk ikut berpartispasi aktif menjaga dan menciptakan situasi kamtibmas. Cegah sedini mungkin perbedaan yang mengarah kepada konflik sosial terutama yang mengakibatkan terganggunya kamtibmas”, pungkas Kapolda Lampung. (*)

Tinggalkan Komentar Anda