Gubernur Lampung : Terimakasih Pak Didik, Sudah Ikut Mengukir Sejarah Yang Baik di Sai Bumi Rua Jurai

2
Terima-Kasih-Didik,-Selamat-Datang-Kembali-Ridho
Pjs. Gubernur Lampung, Didik Suprayitno saat menyerahkan Nota Pelaksanaan Tugas kepada Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo, di Balai Keratun, Sabtu (23/6/2018).

Sebatin.com, Bandar Lampung – Pejabat sementara (Pjs.) Gubernur Lampung , Didik Suprayitno menggelar nota kesepakatan pelaksanakan tugas yang diserahkan kembali kepada Gubernur Lampung nonaktif, Muhammad Ridho Ficardo, di Balai Keratun, Sabtu (23/6/2018).

Dalam sambutannya, Didik Suprayitno menyampaikan ucapan terimakasih, atas dukungan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, Forkompimda, dan seluruh elemen masyarakat Lampung, yang telah membantu dirinya dalam menjabat sebagai Pjs Gubernur Lampung, selama 4 bulan, 8 hari. “Selama menjabat, ada empat tugas yang utama dilakukan, yaitu melaksanakan tugas pemerintahan, ketentraman dan ketertiban umum, melancarkan pilkada, dan membahas perda bersama DPRD Lampung”, terangnya.

”Potensi pariwisata, terutama pantai yang ada di Lampung, menurut saya sangatlah luar biasa, dan secepatnya harus segera diolah, agar menjadi lebih baik lagi, sehingga dapat lebih menunjang pariwisata di Provinsi Lampung, untuk menjadi lebih maju dan sejahtera, serta mampu bersaing dengan potensi pariwisata di daerah-daerah lain”, ujar Didik Suprayitno.

Sementara itu, Muhammad Ridho Ficardo, dalam kesempatan yang sama, juga mengucapkan terima kasih atas kepemimpinan Didik Suprayitno, sebagai Pjs. Gubernur Lampung yang telah membatunya memimpin Lampung selama empat bulan lebih. “Lampung terkendali dengan baik, sesuai dengan aturan undang-undang. Semua fungsi berjalan secara optimal. Situasi tetap aman, nyaman, dan kondusif, tidak ada gejolak di pemerintahan”, ucapnya.

”Silaturahmi ini harus tetap terjaga, dan jangan pernah putus. Kami harap setiap saat Pak Didik bisa berkunjung ke Mahan Agung, karena Bapak telah menjadi bagian dari keluarga besar Lampung, dan sudah tercatat dalam sejarah Sai Bumi Ruwa Jurai”, pungkas Muhammad Ridho Ficardo.

(*)

Tinggalkan Komentar Anda