Gubernur Ridho Pimpin Penerbangan Perdana Internasional Lampung-Malaysia

3
Gubernur-Ridho-Pimpin-Penerbangan-Perdana-Internasional-Lampung-Malaysia-01
Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo saat memberi sambutan sebelum penerbangan perdana internasional rute Bandara Radin Inten II - Kuala Lumpur International Airport Malaysia, Sabtu (04/5/19). Foto : Ist

Sebatin.com, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo memimpin penerbangan perdana internasional rute Bandara Radin Inten II – Kuala Lumpur International Airport Malaysia, Sabtu (04/5/19).

Pesawat Citilink A320 dengan Pilot Capt. Heri Widianto, bersama 180 penumpang, yang terdiri dari jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, Kadin Lampung, BUMN, dan BUMD tersebut akan melakukan take off dari Lampung pada pukul 08.45 WIB. Dan diperkirakan, penerbangan bernomor QG 5200 ini akan menempuh waktu 1 jam 45 menit dengan ketinggian 3.600 kaki.

Sebelum penerbangan perdana tersebut, Gubernur Ridho Ficardo mengatakan, bahwa pelaksanaan penerbangan perdana ini amat penting dilakukan, guna menguji kesiapan sarana dan kru darat. “Penerbangan ini menjadi momentum bagi kemajuan Lampung dalam melayani rute internasional. Mulai sekarang, warga Lampung harus terbiasa dengan aturan internasional, karena di bagian Bandara ini ada wilayah internasional,” kata Ridho Ficardo.

Penerbangan internasional ini, kata Ridho, sekaligus menuntaskan janjinya untuk membuka rute internasional dari Lampung. Menurut Ridho salah satu misi kepemimpinanannya adalah membuka konektivitas Lampung ke dunia internasional. “Alhamdulillah, bukan hanya dari Lampung yang berminat terbang ke luar negeri, tapi maskapai asing seperti Air Asia dan Tiger Air, sudah mendaftar ingin terbang ke Lampung,” pungkas Ridho Ficardo.

Gubernur-Ridho-Pimpin-Penerbangan-Perdana-Internasional-Lampung-Malaysia-02
Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo didampingi Pj. Sekdaprov Lampung, Hamartonio Ahadis saat berada dalam badan Pesawat Citilink A320. Foto : Ist

Sementara itu, Ketua Kadin Lampung, Yuria Putra Tubarad, menjelaskan, bahwa ke ikutsertaan delegasi Kadin Lampung dalam penerbangan perdana internasional tersebut, salah satunya untuk menjalin kerja sama dengan Kadin Malaysia. Dan dalam kunjungan tersebut, nantinya akan ditandatangani kerja sama antara Kadin Lampung dan Malaysia untuk membuka peluang investasi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bandara Radin, Asep Kosasih Samapta, mengatakan, beberapa regalusi penerbangan internasional yang harus dievaluasi adalah waktu kedatangan ke Bandara yang minimal 2 jam sebelum terbang. “Ini berbeda dengan penerbangan domestik yang hanya butuh waktu 30 menit sebelum terbang”, ujarnya.

“Pemeriksaan dokumen rute internasional lebih lama, karena harus melalui Imigrasi. Oleh karena itu, kami menghimbau agar datang dua jam lebih awal,” kata Asep Kosasih.

Kemudian, dia meminta agar penumpang yang masuk ruang tunggu internasional tidak keluar masuk. “Ruang tunggu ini adalah wilayah internasional dan berlaku hukum internasional. Di ruang tunggu ini tersedia fasilitas seperti kantin, musala, dan kamar mandi, sehingga tak perlu keluar ruang tunggu internasional,” kata Asep Kosasih Samapta.

Tampak ikut dalam penerbangan ini, Bupati Pringsewu Sujadi, Plt. Sekdaprov Lampung Hamartoni Ahadis, Assinten II Sekdaprov Taufik Hidayat, Direktur Utama Bank Lampung Eria Desomsoni, dan GM Damri Lampung Suranto. Selain itu para kepala dinas dan pejabat eselon III Pemprov Lampung. (Red/Rls)

Tinggalkan Komentar Anda