Guru di Madura Tewas di Tangan Siswa, Mustafa Ingatkan Pentingnya Pendidikan Karakter

31
Bupati Lampung Tengah, Mustafa foto bersama para siswa di sela-sela launching Gerakan Lampung Tengah Mengaji, dan Gerakan Serentak Lampung Tengah Bersih dan Asri (Gertaklah Berseri), di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Selasa (6/2/2018). Foto : Red

Sebatin.com, Lampung Tengah – Dunia pendidikan Nasional sedang berduka karena meninggalnya guru di SMAN 1 Torjun, Sampang, Madura, Ahmad Budi Cahyono. Kejadian tersebut membuat Bupati Lampung Tengah, Mustafa, turut angkat suara. Tak ingin terulang di wilayah yang sedang ia pimpin, Mustafa ingin pendidikan lebih mengedapankan pembangunan karakter pada anak dan generasi muda.

Hal itu disampaikan oleh Bupati yang juga Calon Gubernur (Cagub) Lampung saat melaunching Gerakan Lampung Tengah Mengaji, dan Gerakan Serentak Lampung Tengah Bersih dan Asri (Gertaklah Berseri), di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Selasa (6/2/2018).

Di acara yang diikuti oleh para Guru, Kepala Sekolah, Pengawas dan UPTD se-Lampung Tengah itu, Mustafa mengatakan, Gerakan Lampung Tengah Mengaji merupakan satu upaya membangun pondasi karakter anak dan generasi muda di Kabupaten yang berjuluk Bumi Jejamo Wawai ini.

Generasi muda saat ini, kata Mustafa, harus dibentengi dengan berbagai hal-hal positif. Mulai dari pendidikan yang berkualitas, lingkungan yang baik dan penanaman nilai-nilai agama sejak dini. Ini adalah pondasi untuk melahirkan pribadi yang berkarakter.

“Saya minta tragedi meninggalnya Pak Budi tidak sampai terjadi di Lampung Tengah. Kita harus betul-betul jaga integritas pendidikan kita. Bangun karakter, dan bentengi anak didik kita dari hal-hal negatif,” ungkapnya.

Selain mencanangkan gerakan mengaji, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah juga fokus mencetak hafiz quran, khususnya di lingkungan sekolah dan pondok pesantren.

“Sebelumnya kami telah mewisuda 6.400 hafiz Al-quran dari tingkat SD hingga SMP, kami juga siap memberikan beasiswa kepada para hafiz di Lampung Tengah,” ucap Mustafa.

Di lain pihak, Kepala Dinas Pendidikan Lampung Tengah, Rosidi menuturkan, launching Gerakan Lampung Tengah Mengaji dan Gertaklah Berseri diikuti sekitar 1.900 tenaga pendidik dan kependidikan di Lampung Tengah, mulai dari PAUD hingga SMP.

“Nantinya masing-masing perwakilan sekolah diharapkan bisa meneruskan dan mengimplementasikan di setiap sekolah. Gerakan Lampung Tengah mengaji digulirkan untuk mencetak generasi qurani di kalangan pelajar,” kata Rosidi.

Di tengah degradasi moral yang terjadi saat ini, pihaknya menyadari pentingnya penanaman nilai-nilai Agama dan Pendidikan Berkarakter di usia dini. Karenanya, lanjut Rosidi, gerakan mengaji dan mencetak hafiz yang ia gulirkan ini, sesuai dengan arahan Bupati untuk mencetak generasi berkualitas dan agamis.

Ketua Dewan Pendidikan, Sapto Rudiyanto menambahkan, sementara program Gertaklah Berseri bertujuan untuk menciptakan rasa nyaman di lingkungan Sekolah. Dengan lingkungan yang bersih, asri, dan representatif, Sapto percaya akan menciptakan kegiatan belajar yang nyaman dan kondusif.

“Ini harus kita terapkan di sekolah-sekolah. Kita ciptakan iklim kenyamanan, sehingga proses belajar mengajar nyaman. Kita juga targetkan Lampung Tengah bisa melahirkan hafiz-hafiz berkualitas, sehingga generasi kita menjadi generasi yang agamis,” tandasnya.

Sumber : Rilis
Editor    : Addarori Ibnu Wardi

Tinggalkan Komentar Anda