Guru Oh Guru! Uang Sertifikasi Tak Kunjung Cair, Gaji Ke-14 Pun Belum Jelas

799
Guru Oh Guru! Uang Sertifikasi Tak Kunjung Cair, Gaji Ke-14 Pun Belum Jelas
Kepala Pelaksana Tugas (PLT) Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung Ahmad Saleh David Faranto, S.H., M.H. (Kiri) dan Komisioner Ombudsman RI Prof. Dr. Adrianus Meliala (Kanan).

“Guru tanda tangan duluan kenyataannya nggak kunjung cair uang sertifikasinya, bahkan gaji ke-14 pun belum jelas. Forum guru meminta agar Pemkot Bandar Lampung segera mencairkan uang itu. Pemkot dinilai tidak sensitif dan menyalahi aturan, apa nggak malu?” kata Plt. Kpl. Ombudsman RI perwakilan Lampung Ahmad Saleh David Faranto, S.H., M.H., rilis (18/07/2016).

Sebatin.com – Selaku Lembaga Negara yang mempunyai kewenangan dalam mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik, Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung melalui Kepala Pelaksana Tugas (PLT) Ahmad Saleh David Faranto, menyatakan bahwa pihaknya cukup prihatin terhadap sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung Cq. Dinas Pendidikan Kota terkait masih kurangnya transparansi dalam penyelesaikan masalah pembayaran uang sertifikasi guru.

“Harusnya sebelum kering keringat para guru, uang sertifikasi dan gaji ke-14 sudah mereka terima,” imbau David.

Menurut David, sikap penyelenggaraan pemerintahan seperti ini merupakan sebuah contoh yang kurang baik, sehingga ia berharap di waktu mendatang tidak ada lagi yang menirunya. Lebih lanjut, David juga menjelaskan, bahwa pihaknya akan memberi perhatian secara serius supaya masalah ini jangan sampai terulang kembali.

Menyikapi problematika yang menimpa para guru di Bandar Lampung tersebut, David juga menekankan, bahwa tidak perlu ada alasan-alasan lain, jika pembayarannya memang telah jatuh tempo, maka sudah sepatutnya segera dibayarkan. Selain itu, menurutnya, kalaupun ada indikasi tindak pidana, maka harus segera diusut.

Terkait banyaknya guru yang sudah melakukan tanda tangan sebelum mereka menerima pembayaran yang menjadi haknya, kepada Sebatin.com David menyampaikan tanggapannya.

“Pihak Disdik dan bendahara jangan permainkan itikad baik para guru yang tidak keberatan disuruh menandatangani tanda terima pembayaran sertifikasi atau gaji ke 14, walaupun mereka tidak langsung menerima uangnya. Hal ini menunjukkan carut-marutnya sistem pembayaran gaji di Disdik Pemkot Bandar Lampung,” tegas David.

Dalam kesempatan tersebut, David juga menyayangkan terkait sistem pembayaran langsung yang saat ini masih diterapkan oleh Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung.

“Masak pembayaran masih pakai sistem pembayaran langsung, kenapa tidak melalui ATM? apa sih yang dipertahankan dengan sistem bayar langsung?”

(Munardo & Ombung)

Tinggalkan Komentar Anda