Hari Ini: Hari Sarjana Nasional 2016, Sarjana Masih Banyak ‘nganggur’

931
Hari Ini: Hari Sarjana Nasional 2016, Sarjana Masih Banyak ‘nganggur’
Hari Ini: Hari Sarjana Nasional 2016, Sarjana Masih Banyak ‘nganggur’. (Ilustrasi)

Sebatin.com – Tepat pada tanggal 29 September pada setiap tahunnya, telah ditetapkan sebagai Hari Sarjana Nasional. Jelas ini suatu penghargaan tersendiri bagi para sarjana-sarjana di Indonesia, namun tahukah kalian bahwa pengguran di Indonesia masih di dominasi para ‘Sarjana’ ?

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2015 terdapat 7,56 juta orang pengangguran dengan titel sarjana, angka itu setara dengan 6,18 persen dari total 122,4 juta orang angkatan kerja. Sungguh angka yang cukup mengejutkan bukan ?

Lalu sebenarnya apa yang menjadi problematika seorang sarjana dalam mendapatkan pekerjaan ? Berikut beberapa Problematika yang sebatin.com simpulkan berdasarkan fakta lapangan yang terjadi saat ini.

  1. Kurangnya lapangan pekerjaan.

Jutaan sarjana setiap tahunnya terus bertambah dan bertambah, banyaknya lulusan sarjana setiap tahunnya ini tidak dibarengi dengan pertumbuhan lapangan kerja yang ada di Indonesia. Sehingga menimbulkan ketidakseimbangan antara pencari kerja dan lapangan kerja.

  1. Makin tinggi gelar pendidikan, makin banyak mau.

Pernahkah melihat lowongan pekerjaan dengan syarat minimum pendidikan SMA/SMK, lalu anda berfikir bahwa dengan predikat sarjana harusnya lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan itu, namun anda tetap ditolak ?

Menurut pengamatan sebatin.com, maksud dan tujuan perusahaan bukan karena ingin meremehkan kualitas sarjana. Namun beberapa sarjana terlalu tinggi dalam menuntut hak yang disebabkan atas gengsi ‘Predikat Sarjana’. Seperti gaji, tunjangan, inventaris dan lainnya, padahal perusahaan belum mengetahui dengan skill yang dimilikinya.

  1. Terpaku menjadi karyawan, bukan wirausahawan.

Pendidikan saat ini memang mengacu kita untuk terus bekerja dan bekerja nantinya. Ini lah yang membuat para sarjana selalu berfikir ‘harus kerja setelah lulus’. Padahal dengan alasan pertama yang sebatin.com ungkapkan di atas, menerangkan bahwa lapangan kerja tidak sebanding dengan lulusan sarjana yang ada, dengan pemikiran seperti itu justru akan menambah jumlah penggaguran saja.

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi pengangguran yang ada ? mari bersama-sama kita rubah semua itu dari diri kita sendiri dan semoga pemerintah terus memberikan solusi-solusi guna mengurangi angka pengganguran yang sudah terlampau banyak. (Willi)

Tinggalkan Komentar Anda