Imron Nahkodai Perhiptani Kota Metro

602
Imron Nahkodai Perhiptani Kota Metro
Ketua DPW Perhiptani Provinsi Lampung Sutono memberikan Pataka Perhiptani kepada Ketua DPD Perhiptani Kota Metro Imron SP. Foto: Aan - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kota Metro Imron SP resmi dikukuhkan menjadi ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Kota Metro masa bakti 2016-2021. Pengukuhan yang dilakukan oleh Ketua DPW Perhiptani Provinsi Lampung Sutono tersebut, dilaksanakan di Aula Pemda Kota Metro, Jumat (23/12/2016).

Hadir dalam pengukuhan tersebut, Wali Kota Metro Achmad Pairin, Ketua DPW Perhiptani Provinsi Lampung Sutono, Kepala BP4K Kota Metro Megawati Karim, Asisten II Setda Kota Metro Khaidarmansyah, DPD Perhiptani Lampung Tengah dan Lampung Timur serta anggota Perhiptani Kota Metro.

Imron Nahkodai Perhiptani Kota Metro 2
Hadir dalam pelantikan Walikota Metro Achmad Pairin, Ketua DPW Perhiptani Lampung Sutono, Kepala BP4K Megawati Karim, serta Asisten II Khaidarmansyah. Foto: Aan – Sebatin.com

Wali Kota Metro Achmad Pairin berharap, dengan dilantiknya pengurus baru Perhiptani ini, pertanian di Kota Metro bisa lebih baik lagi. Para pengurus perhiptani, juga diharapkan bisa menentukan kebutuhan dari petani tentang komoditas di Kota Metro sehingga nantinya hasil pertanian di Kota Metro bisa lebih baik lagi.

“Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada pengurus Perhiptani Kota Metro, dimana komoditas yang Perhiptani lakukan adalah masalah padi. Dan Alhamdulillah Kota Metro ini hasil padinya betul-betul bagus. Hingga tanggal 30 Desember nanti bapak Menteri Pertanian akan mengadakan panen raya di Kota Metro, karena hasil panen padi di Kota Metro ini sangat bagus,” katanya.

Selain itu, terus Pairin, diharapkan Perhiptani bisa mengeluarkan inovasi-inovasi baru dalam hal pertanian. Dicontohkannya, Perhiptani bisa menghimbau atau melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk menanam cabai di halaman masing-masing.

“Tadi kami melihat pasar dan harga Cabai Rawit itu mahal, 65 ribu/kg. Kalau misalnya masyarakat bisa menanam padi dirumah masing-masing otomatis harga Cabai tidak akan terlalu tinggi,” terusnya.

Tenaga penyuluh, tambahnya, harus memiliki ilmu yang matang, sehingga faham bagaimana mengatasi penyakit-penyakit dalam pertanian dan menentukan sesuatu yang cocok untuk ditanam di Kota Metro. Untuk itu, Perhiptani Kota Metro yang terdiri dari 49 orang, 23 PNS, 9 Tenaga Harian Lepas (THL), 17 pekerja swadaya masyarakat, perlu pelatihan dan juga perlu melakukan study banding untuk melihat daerah yang kira-kira bisa diterapkan di Metro.

“Agar yang belum ada menjadi ada dan yang sudah ada menjadi lebih lagi,” tambah Pairin.

Sementara, Ketua DPD Perhiptani Kota Metro Imron SP menuturkan, ke depan perhiptani akan memacu tenaga penyuluh agar bisa mengeluarkan inovasi baru atau teknologi baru dalam pertanian. Pasalnya, Kota Metro yang memiliki lahan pertanian yang terbilang sempit, perlu adanya inovasi baru agar hasil pertaniannya bisa lebih baik lagi.

“Karena tantangan ke depan semakin berat. untuk itu, perlu adanya inovasi baru dan teknologi baru agar pertanian di Kota Metro ini bisa lebih baik lagi,” tuturnya.

Diakuinya, tenaga penyuluh di Kota Metro perlu ditingkatkan kompetensinya. Kedepannya, selain akan dilakukan pelatihan kepada para penyuluh juga akan dilakukan study banding dan sebagainya. Selain itu, Perhiptani akan mencoba cara-cara pertanian baru, salah satunya di Landbau.

“Kita punya lahan yaitu landbau kedepan kita akan lakukan uji coba-uji coba pertanian,” paparnya.

Pihaknya juga, akan memotivasi masyarakat untuk bisa memanfaatkan halaman rumah atau lahan kosong untuk ditanami sayuran atau tanaman lainnya.

“Termasuk juga akan kita upayakan pemanfaatan lahan kosong,” katanya.

Kedepannya, dengan lahan yang pertanian yang sempit, Perhiptani akan berupaya agar hasil pertanian di Kota Metro bisa semakin baik lagi.

“Kita tingkatkan kualitas padi kita dan Alhamdulilah dari seluruh provinsi, produktivitas padi tertinggi ada di Metro, jumlahnya 61 sekian ton,” tuntasnya.

(Aan/Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda