Intensitas Hujan di Lampung Berkurang, Kenapa ?

397
Intensitas Hujan di Lampung Berkurang, Kenapa ? 01
Kantor Stasiun Meteorologi Klas IV Maritim Tanjung Karang, di Jalan Yos Sudarso Bandar Lampung, Lampung.

Sebatin.com, Lampung – Kurangnya suplai pasokan uap air dari Samudera Hindia, ternyata sangat mempengaruhi terhadap pembentukan awan-awan hujan di wilayah barat Indonesia. Hal ini berefek pada kurangnya kelebatan curah hujan di Provinsi Lampung. Padahal, bulan Januari sewajarnya adalah puncak musim penghujan untuk beberapa wilayah di Indonesia bagian barat.

Intensitas Hujan di Lampung Berkurang, Kenapa ?  02
Pengamat Stasiun Meteorologi Maritim, Panjang, Lampung, Eka Suci Puspita Wulandari

Pengamat Stasiun Meteorologi Maritim, Panjang, Lampung, Eka Suci Puspita Wulandari dalam rilisnya mengatakan, hasil pantauan dari dinamika atmosfer menyebutkan tentang adanya beberapa kendala cuaca yang menyebabkan terganggunya pembentukan awan-awan hujan di wilayah Lampung.

“Gangguan cuaca skala global yang mempengaruhi pasokan uap air di Indonesia bagian Barat, sesuai yaitu Dipole Mode berada diangka – 0.21”, terangnya.

Dipole Mode sendiri merupakan penyimpangan suhu muka laut yang terjadi dan biasa dikenal dengan istilah Anomaly suhu muka laut.

“Saat suhu muka laut di wilayah perairan Hindia khatulistiwa bagian barat lebih dingin, maka suhu muka laut di wilayah barat pulau Sumatera akan menjadi lebih panas. Begitu pula sebaliknya, saat di wilayah perairan Hindia khatulistiwa bagian barat lebih hangat, maka suhu muka laut di sebelah barat Sumatera akan lebih dingin”, jelasnya.

Wulandari melanjutkan, Analisa suhu muka laut beberapa hari terakhir ini terpantau dalam kondisi yang normal sehingga suplai uap air keatmosfer tidak signifikan. Hal ini didukung dengan tidak adanya belokan angin di wilayah timur serta selatan Lampung yang sering menjadi tumpuan pendukung terjadinya pembentukan awan-awan hujan di wilayah Lampung.

Secara iklim diprakirakan hujan masih akan terjadi hingga awal bulan Februari. Sedangkan musim pancaroba atau peralihan akan di mulai pada bulan Maret – April. Potensi hujan untuk 1 minggu kedepan sudah mulai berkurang, namun beberapa wilayah di Lampung bagian utara dan timur seperti Way Kanan bagian utara, Mesuji, Tulang Bawang, serta Tulang Bawang bagian utara masih akan berpotensi mendapat curahan hujan lebat, terutama pada malam hari.

“Berkurangnya hujan pada bulan ini patut disyukuri dengan positif, yaitu berkurangnya bencana yang dapat ditimbulkan jika hujan lebat terjadi sepanjang hari. Bencana seperti banjir, tanah longsor, putting beliung, dan bencana lainnya tidak merugikan masyarakat dan juga pemerintah Lampung”, ujar Wulandari.

(*)

Tinggalkan Komentar Anda