Jaga Kelestarian Budaya Daerah, Ketua DKL Ingin Festival Babai Betabuh Jadi Agenda Tahunan

4
Jaga-Kelestarian-Budaya-Daerah,-Ketua-DKL-Ingin-Festival-Babai-Betabuh-Jadi-Agenda-Tahunan-01
Ketua Umum Dewan Kesenian Lampung (DKL) Yustin Ridho Ficardo didampingi Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintah Hukum dan Politik Theresia Sormin saat memukul Gong sevagai simbol dibukannya kegiatan Festival Babai Betabuh 2018, di Taman Budaya Lampung, Senin (30/04/2018).

Sebatin.com, Bandar Lampung – Dengan mengusung tema “Merawat Budaya Daerah Wujud Emansipasi Estetis, Apresiatif, dan Bermartabat”, kegiatan Festival Babai Betabuh 2018, secara resmi di buka oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintah Hukum dan Politik Theresia Sormin dan Ketua Umum Dewan Kesenian Lampung (DKL) Yustin Ridho Ficardo, Senin (30/04/2018).

Kegiatan yang pelaksanaannya dipusatkan di area Taman Budaya Lampung tersebut diikuti sebanyak 22 grup yang berasal dari seluruh Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya Yustin Ridho Ficardo berharap, festival tersebut mampu menjadikan kesenian Lampung menjadi ikut diperhitungkan bukan hanya di daerah asal saja, tapi juga ditingkat nasional bahkan Internasional.

“Perhelatan Bebai Betabuh 2018 ini adalah kali pertama diadakan di Provinsi Lampung, yang merupakan insiatif dan tugas fungsi dari DKL, khususnya komite tradisi, untuk terus menggiatkan masyarakat, agar menjaga dan melestarikan budaya daerah Lampung, melalui seni musik khusunya cetik/gamolan pekhing, alat musik tradisional kebanggaan masyarakat Lampung yang telah mendunia”, terang Yustin Ridho Ficardo saat membuka acara itu.

Jaga-Kelestarian-Budaya-Daerah,-Ketua-DKL-Ingin-Festival-Babai-Betabuh-Jadi-Agenda-Tahunan-02
Jajaran Panitia Pelaksana Festival Babai Betabuh 2018 berfoto bersama Ketua Umum Dewan Kesenian Lampung (DKL) Yustin Ridho Ficardo dan Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintah Hukum dan Politik Theresia Sormin.

Ketua Umum DKL juga menjelaskan, bahwa kebudayaan daerah Lampung, khususnya alat musik tradisional cetik/gamolan pekhing telah mendapat perhatian khusus dari profesor Margaret Kartomi dan Dr Karen dari Universitas Monash, Melbourne-Australia yang telah bertahun-tahun mengadakan penelitian mengenai budaya daerah Lampung. “Setiap tahunnya Universitas Monash Melbourne Australia mengirimkan mahasiswanya untuk mempelajari gamolan pekhing. Tahub 2018 ini akan diadakan Konferensi Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Pariwisata Lampung di Melbourne Australia”, ujarnya.

“Saya berharap agar acara Bebai Betabuh ini, akan menjadi event tahunan, yang tidak hanya menjaga kelestarian budaya daerah saja, namun juga akan mampu menjadi daya tarik pariwisata Lampung”, tutup Yustin Ridho Ficardo.

Sementara itu, Ketua umum BKOW Provinsi Lampung Kingkin Sutoto, ditempat yang sama juga menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut digelar dalam rangka mempringati Hari Kartini tahun 2018, dengan tujuan untuk dapat lebih memberikan informasi tentang kekayaan alat musik tradisional Lampung beserta cara menabuh atau memainkannya, sehingga mampu menanamkan rasa kecintaan pada budaya daerah, khususnya seni musik tradisional sebagai wujud emansipasi kaum perempuan dalam merawat budaya daerah yang estetis, apresiatif, dan bermartabat.

(Embun)

Tinggalkan Komentar Anda