Jelang Pilkada Serentak, Bawaslu Lampung Waspadai Black Campaign dan Money Politik

31
Suasana saat rapat dengar pendapat atas kunjungan Komisi II DPR RI di Balai Keratun, Ruang Sungkai, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Rabu (31/1/2018). Foto : Red

Sebatin.com, Bandar Lampung – Sebentar lagi, Lampung menjadi salah satu daerah yang akan melaksanakan Pilkada Serentak 2018. Menurut Ketua Bawaslu Provinsi Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, selain isu money politics dan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), kampanye hitam (Black Campaign) akan menjadi salah satu isu penting dalam gelaran lima tahunan tersebut.

Saat dalam rapat dengar pendapat atas kunjungan Komisi II DPR RI di Balai Keratun, Ruang Sungkai, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Rabu (31/1/2018), ia mengaku perlu dilakukannya pencegahan pada politik uang. Karena beberapa waktu lalu, katanya, di Provinsi Lampung sudah beredar pembagian sembako di beberapa titik.

“Begitu juga terhadap kampanye hitam, ada di media sosial yang berpotensi terhadap masa kampanye, ujaran kebencian di media sosial. Ini akan mendapatkan perhatian khusus,” ujarnya.

Bawaslu sendiri, kata Khoiriyah, pihaknya akan mengantisipasi dengan mengirim surat, dan meminta keterangan dari pihak yang terlibat tindakan tersebut diatas. Bahkan, Ia menyampaikan rekomendasi untuk menginformasikan bawha, hal tersebut bisa membatalkan pasangan calon ketika dilakukan pada tahap kampanye.

“Yang saat ini bisa kita lakukan yakni berkoordinasi dan membangun kerjasama dengan para pihak seperti Polda dan Korem untuk melakukan sosialisasi sampai ketingkat bawah,” kata Khoiriyah.

Khoiriyah yang menjadi Ketua Bawaslu ini juga menuturkan, pihaknya bersama Pemprov Lampung telah melakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) tentang dana hibah penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018 dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp92,5 Miliar.

Hal yang sama dilakukan oleh penyelengaraan pengawasaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lampung Utara tahun 2018, dengan jumlah keseluruhan sebesar 12,9 Miliar. Sementara, untuk pemilihan Kepala Daerah Tanggamus, dianggarkan dana 9,3 Miliar.

Menanggapi isu penting Pilkada, Komisi II DPR RI melalui Henry Yosodiningrat mengatakan pengawasan harus dilakukan terhadap para peserta pemilih dan oknum-oknum yang tidak bertanggung.

“Saya perlu mengingatkan kita selalu bicara mengenai pilkada yang jujur dan adil. Kecurangan juga kadang tidak berada pada peserta pemilih. Untuk itu perlu adanya pengawasan yang ketat, termasuk juga kepada aparat penegak hukum. Kaitannya dengan oknum-oknum yang masih ada yang nakal. Dari pada menciderai semuanya, segera diambil tindakan, kalau perlu diberhentikan. Kita tidak hanya bisa menuntut para peserta, tetapi juga penyelenggara,” ujar Henry.

Di pihak lain, Ketua KPU Lampung, Nanang Trenggono menyampaikan kesiapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung menghadapi Pilkada Serentak tersebut. Anggaran yang disepakati oleh Pemprov Lampung, DPRD Provinsi Lampung dan KPU untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur sebesar Rp267,9 miliar.

Selain pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Lampung juga akan melaksanakan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lampung Utara. Menurut Nanang, untuk anggaran yang telah disepakati pada Pilkada Lampung Utara sebesar Rp31,9 miliar dan untuk Kabupaten Tanggamus sebesar Rp32,5 miliar. KPU Provinsi Lampung, ujar Nanang, tidak menemukan persoalan dan kendala yang berarti.

“KPU juga telah melaksanakan coklit mulai tanggal 20 Januari 2018 melalui gerakan coklit nasional yang dilakukan diseluruh indonesia. Jumlah pemilih yang sudah dilakukan coklit sudah 35 sampai 40% dan coklit masih ada waktu sampai tanggal 18 Februari 2018,” katanya.

Upaya KPU Provinsi Lampung dalam menghasilkan pemilih yang valid dan akurat telah didukung dengan berbagai hal, termasuk rapat koordinasi antara KPU Provinsi dengan Kabupaten se-Provinsi Lampung.

“Kami juga melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat untuk memastikan diri terdaftar sebagai pemilih, dan juga menyebarkan brosur terhadap pemilih pemula,” ujar Nanang.

Sumber : Humas Prov
Editor    : Addarori Ibnu Wardi

Tinggalkan Komentar Anda