Jelang Pilkada Serentak, KPU Pringsewu Melakukan Pencocokan Data Pemilih

40
Ketua KPU Pringsewu, A. Andoyo, M.T.I saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/1/2018). Foto : Sanusi - Sebatin.com

Sebatin.com, Pringsewu – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada bulan Juni mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pringsewu tengah mencocokan dan meneliti data pemilih.

Ketua KPU Pringsewu, A. Andoyo, M.T.I saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/1/2018), mengatakan, proses pencocokan dan penelitian (Coklit) tersebut ditandai dengan Upacara Apel Serentak beberapa hari yang lalu, berdasarkan surat edaran KPU RI dan KPU Provinsi Lampung tetang kegiatan Coklit serentak, yang rencananya selesai pada 18 Februari 2018 mendatang.

Untuk Kabupaten Pringsewu, lanjut Andoyo, Apel serentak sudah dilaksanakan pada setiap Pekon/PPS atau Gabungan Pekon/PPS, sesuai dengan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang ada di Pekon tersebut.

Ia menjelaskan, Gerakan Coklit serentak yang dimaksud adalah, kegiatan bagi PPDP untuk mendatangi rumah para pemilih, yang dilakukan di waktu dan hari yang sama. “Pada Sabtu 20 Januari yang lalu, setelah dilaksanakannya gerakan apel serentak, PPDP pada hari yang sama diwajibkan untuk mendatangi minimal 5 rumah di wilayah kerja masing-masing,”jelas Andoyo,

Kegiatan itu juga dilakukan oleh seluruh Ketua dan Anggota KPU RI, KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta PPS bersama PPDP yang akan menggelar Pilkada serentak 2018, tahun ini.

“Coklit serentak ini akan dijadikan rekor MURI sebagai jumlah rumah terbanyak dalam satu waktu yang dilakukan pemutakhiran data pemilih,”tandasnya.
.
Untuk Kabupaten Pringsewu, tambah Andoyo, sasaran Coklit ini adalah individu yang memiliki pengaruh luas di Masyarakat (Opinion Leader) yang berasal dari elemen tertentu, yaitu, Bupati dan Wakil Bupati, Para Camat, Ketua Ormas dan OKP, serta Tokoh Masyarakat yang ada.

Lebih jauh Andoyo menjelaskan, tahapan penyusunan daftar pemilih merupakan salah satu tahapan yang paling krusial dan strategis bagi terselenggaranya Pilkada.

“Pemutakhiran data pemilih, tentunya juga akan menentukan bagi tahapan pemilu selanjutnya, mulai dari penentuan jumlah TPS, alokasi logistik, pola sosialisasi pemilu, kampanye, rekapitulasi hasil suara, dan lain sebagainya,” Kata Andoyo.

“Jika hasil penyusunan daftar pemilih bermasalah atau tidak valid, dapat dipastikan tahapan pemilu selanjutnya juga akan sangat terganggu,” jelasnya.

Sebagai orang nomer satu di KPU Pringsewu, Andoyo berharap kepada para PPDP untuk benar-benar melakukan Coklit, dengan mendatangi rumah-rumah dan mencocokan data secara teliti dalam bekerja.

“Dengan pekerjaan yang iklas, jujur dan benar,, mudah-mudahan mendapat barokah dari Allah Yang Maha Kuasa,” katanya mendoakan PPDP.

PPDP, tegasnya, merupakan ujung tombak KPU dalam melakukan pemutakhiran dan pendaftaran Pemilih. Tugas penting dan mulia ini, yang diemban oleh PPDP merupakan bentuk pelayanan KPU dalam melayani hak konstitusional warga negara dalam menggunakan hak pilihnya.
“Pada kesempatan ini saya berpesan, pekerjaan yang mulia dan sangat penting  ini harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh  tanggung jawab, dengan tetap menjaga Integritas serta bertindak netral,” tegasnya kembali.

“Karena itu, PPDP harus tepat dalam pencocokan data dan teliti dalam bekerja serta dapat berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait salah satunya RT/RW atau sebutan lainnya termasuk dengan Panitia Pemungutan Suara berdasarkan dan berpedoman dengan buku kerja PPPD dan Peraturan-peraturan pendukung lainnya, sehingga akan menghasilkan Data yang benar-benar akuntabilitas dan dapat dipertanggung jawabkan,” ujar Andoyo.

Reporter  : Sanusi
Editor      : Addarori Ibnu Wardi

Tinggalkan Komentar Anda