Jembatan Gantung Purwoasri, Dari Sangat Dibutuhkan Petani Hingga Tak Terawat

380
Jembatan Gantung Purwoasri, Dari Sangat Dibutuhkan Petani Hingga Tak Terawat
Kondisi Jembatan Gantung Purwoasri, Sabtu (15/04/2017). Foto: Hendra - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Jembatan gantung yang terletak di Kelurahan Purwoasri Kecamatan Metro Utara merupakan salah satu potensi wisata Kota Metro. Jembatan ini merupakan satu dari dua akses penghubung ke tanah bengkok milik Pemerintah Kota Metro.

Jembatan ini kerap kali dikunjungi muda-mudi untuk ber-selfie ria atau sekadar untuk nongkrong. Pasalnya, letaknya yang berada di sekitar areal persawahan dengan pemandangan pohon-pohon rindang di seputaran tanah bengkok, membuat suasana di lokasi tersebut terbilang cukup nyaman untuk disinggahi.

Selain itu, jembatan ini juga memiliki peranan penting bagi para petani sebagai akses untuk mengangkut hasil panen petani dari lokasi tersebut. Hal ini, disebabkan karena jembatan ini merupakan akses terdekat menuju desa.

Salah satunya Salamun, petani yang mempunyai sawah di seberang aliran sungai. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya jembatan tersebut. Pasalnya, sebelum ada jembatan ini, para petani harus memutar untuk mengangkut hasil panen.

“Iya sangat membantu jembatan itu mas. Karena sebelumnya petani yang mempunyai sawah di seberang aliran sungai harus memutar cukup jauh. Tapi dengan adanya jembatan ini bisa lebih cepat,” ungkapnya.

Menurutnya, jembatan gantung tersebut bisa dijadikan tempat wisata yang bagus. Apalagi, ditunjang dengan letak lokasinya yang berada di areal persawahan, di mana ada banyak pula pohon-pohon rindang di sana.

“Rumput-rumput di sungai itu dibersihkan, disediakan kapal atau wahana air lainnya. Jembatannya diperbaiki, sudah bagus di sini. Suasana di sini itu adem ayem. Walaupun dengan kondisi seperti sekarang ini, kadang ada anak-anak muda yang foto-foto atau sekedar nongkrong di sini mas,” paparnya.

Sayangnya, jembatan ini kondisinya tidak terawat. Besi-besinya sudah berkarat, baut untuk menguatkan kayu dijembatannya sudah banyak yang lepas, dan kayu-kayunya pun sudah pada lapuk. Belum lagi, ditambah kondisi aliran sungai yang dibawahnya banyak ditumbuhi rumput. (Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda