Juara Umum MTQ Kabupaten Pringsewu Ke-VI Diraih Kecamatan Ambarawa

235
uara-Umum-MTQ-Kabupaten-Pringsewu-Ke-VI-Diraih-Kecamatan-Ambarawa
Kecamatan Ambarawa berhasil keluar sebagai juara umum, menyisihkan delapan kecamatan peserta lainnya. Foto : Isnanto

Sebatin.com, Pringsewu – Setelah berlangsung selama tiga hari sejak dibuka oleh Bupati Pringsewu Hi.Sujadi, Ahad (22/10) lalu, MTQ Kabupaten Pringsewu ke-6 tahun 2017, secara resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Budiman di lapangan Siliwangi, Kecamatan Sukoharjo, Selasa (24/10) malam.

Kecamatan Ambarawa berhasil keluar sebagai juara umum, menyisihkan delapan kecamatan peserta lainnya. Disusul Kecamatan Pringsewu sebagai juara kedua, ketiga Kecamatan Sukoharjo, selanjutnya Kecamatan Gadingrejo dan Banyumas (keduanya meraih peringkat 4, karena memperoleh nilai yang sama), Kecamatan Pagelaran (peringkat 5), kemudian Kecamatan Pagelaran Utara (peringkat 6), Kecamatan Pardasuka (peringkat 7), serta di peringkat terakhir adalah Kecamatan Adiluwih.

Sedangkan untuk lomba pawai ta’aruf, juara pertama diraih oleh Kecamatan Adiluwih, kedua Kecamatan Pagelaran, disusul urutan ketiga yakni Kecamatan Sukoharjo.

Kemudian untuk stand pameran, pemenang pertama Kecamatan Pringsewu, urutan kedua Kecamatan Pagelaran Utara, dan yang ketiga stand Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu selaku Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Pringsewu Budiman, dalam sambutannya saat menutup kegiatan tersebut mengharapkan MTQ Kabupaten Pringsewu ke-6 tahun 2017 di Kecamatan Sukoharjo menjadi tonggak sejarah bagi Kabupaten Pringsewu dalam rangka lebih mensyiarkan Islam, sekaligus menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Kabupaten Pringsewu.

Budiman juga mengapresiasi kerja keras jajaran panitia serta seluruh elemen masyarakat, sehingga event akbar tersebut dapat berlangsung dengan lancar dan sukses.

Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa kesuksesan sebuah penyelenggaraan MTQ, pada hakikatnya bukan semata-mata dilihat dari kemeriahan acaranya.

“Namun yang utama sesungguhnya, adalah bagaimana pengaplikasian nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan kita sehari-hari ” ujarnya.

(rls/Red)

Tinggalkan Komentar Anda