Kakek Senan Hilang, Ratusan Warga 24 Tejosari Kompak Mencari

1548
Kakek Senan Hilang, Ratusan Warga 24 Tejosari Kompak Mencari
Warga masyarakat seputaran Stadion 24 Tejosari, Metro Timur, saat berhasil menemukan Kakek Senan, Senin (18/02/19).

Sebatin.com, Kota Metro – Warga masyarakat yang berada di seputaran Stadion 24 Tejosari, Kota Metro, dihebohkan dengan peristiwa hilangnya salah seorang kakek yang bernama Senan (60), warga RT 15, RW 05 Kelurahan Tejosari, Kecamatan Metro Timur, Senin (18/02/19).

Kakek Senan dinyatakan hilang, saat salah seorang kerabatnya menemukan sandal dan sepeda yang biasa digunakannya untuk ke sawah, tergeletak di areal persawahan yang ada di pinggir sungai 24 Tejosari, tepatnya di pinggiran SMA Negeri 4 Metro Timur, yang merupakan perbatasan antara wilayah Kota Metro dengan wilayah Batanghari, Lampung Timur.

“Pak Senan itu emang kebun dan sawahnya disana, dan dia juga biasa bikin jerat ikan di aliran sungai deket sawahnya itu. Makanya setelah sampai sore nggak pulang, pihak keluarga sama warga sekitar sepakat nyoba nyari di seputaran sana”, ujar Edi Susanto, salah seorang kerabat dari Kakek Senan, saat di temui di IGD RSUD Ahmad Yani Metro, Senin (18/02/19).

Setelah dilakukan pencarian secara masal oleh ratusan warga sekitar, sejak pukul 16.30 WIB, Kakek Senan akhirnya berhasil ditemukan kurang lebih pada pukul 21.00 WIB. Saat ditemukan tubuh Kakek Senan tergeletak terendam air di pinggiran sungai, tak jauh dari lokasinya memasang jerat ikan.

“Ditemuin sama warga Mas, posisinya ada dipinggiran sungai, sudah terendam air. Pada saat di angkat kulit tubuhnya sudah keriput pucat, sepertinya sudah lama kerendamnya. Tapi kita semua nggak tau keadaannya pingsan atau gimana. Sama warga langsung diangkat terus dibawa sama mobil Polsek Metro Timur ke sini (Rumah Sakit Ahmad Yani Metro, red)”, terang Edi Susanto.

Lanjutnya, setelah ditangani oleh tim medis dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ahmad Yani Kota Metro, akhirnya diketahui, Kakek Senan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

“Innalilahi Wainailaihi Rojiun, dari perawat yang ngecek Kakek Senan tadi bilang, kalo sudah nggak ada, nggak bisa ketolong lagi Mas. Tapi penyebabnya apa kita masih belum tau, apa karena terpeleset terus kebentur, apa gimana”, pungkas Edi Susanto. (Ade)

Tinggalkan Komentar Anda