Kami Ada di Kota Metro, Kami Ada Untuk Kota Metro, Maka Ajak Kami Bicara Wahai Pemkot Metro, Layaknya Seorang Bapak Dengan Anaknya

683
Kami Ada di Kota Metro, Kami Ada Untuk Kota Metro, Maka Ajak Kami Bicara Wahai Pemkot Metro, Layaknya Seorang Bapak Dengan Anaknya 01
“ Nada Hati Merdeka Rasa Baca Kota”, di Taman Ki Hajar Dewantara, Iringmulyo Metro Timur, Minggu (20/8/2017). Foto : Ade Embun

Sebatin.com, Kota Metro – Dipersembahan untuk Kota Metro yang penuh warna dan rasa, Forum MetroBergeliat bekerjasama dengan para penggiat komunitas kesenian dan literasi Kota Metro kembali menggelar sebuah kegiatan kreatif dengan tema “ Nada Hati Merdeka Rasa Baca Kota”, di Taman Ki Hajar Dewantara, Iringmulyo Metro Timur, Minggu (20/8/2017).

Dalam acara tersebut, Forum MetroBergeliat bersama kawan-kawan, secara sederhana mencoba mengkolaborasikan sebuah konsep pementasan seni musik yang dipadukan dengan sebuah gerakan literasi yang mengkampanyekan tentang ajakan membudayakan membaca buku.

Kami Ada di Kota Metro, Kami Ada Untuk Kota Metro, Maka Ajak Kami Bicara Wahai Pemkot Metro, Layaknya Seorang Bapak Dengan Anaknya 02
Pengunjung asik membaca serta mendengarkan iringan musik dalam acara “ Nada Hati Merdeka Rasa Baca Kota”, di Taman Ki Hajar Dewantara, Iringmulyo Metro Timur, Minggu (20/8/2017). Foto : Ade Embun

Salah sorang pencetus Forum MetroBergeliat, Bung Mpong, yang juga selaku ketua pelaksana kegiatan tersebut, mengatakan, bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan guna memfasilitasi atau memberikan sebuah ruang kepada teman-teman komunitas untuk dapat terus bereksperisi sekaligus untuk membangkitkan kembali budaya membaca serta memberikan support terhadap para talent lokal Kota Metro.

“Kami mencoba melebur menjadi satu, bekerjasama guyub, gotong rotong dengan segala kesederhanaan, dan bahu membahu untuk mewujudkan acara itu. Tanpa ada bayaran, tanpa ada paksaan, semua dilakukan dengan cara yang ikhlas, untuk menunjukan kepada Pemerintah Kota Metro, bahwa kami anak muda Kota Metro, bahwa kami para komunitas Kota Metro, bahwa kami para seniman Kota Metro, bahwa kami para kreator Kota Metro, bahwa kami ini ada dan berusaha ikut serta untuk mewujudkan visi Kota Pendidikan dan Wisata Keluarga yang semoga bukan hanya isapan jempol belaka”, ujarnya.

Lanjutnya, dengan kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan juga dapat memberikan warna bagi Bumi Sai Wawai agar menjadi sebuah daya tarik, guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Metro, yang secara otomatis juga dapat menjadi sebuah media promosi bagi pengusaha-pengusaha muda kreatif di Kota Metro dan tentunya akan menghidupkan geliat perekonomian.

Kami Ada di Kota Metro, Kami Ada Untuk Kota Metro, Maka Ajak Kami Bicara Wahai Pemkot Metro, Layaknya Seorang Bapak Dengan Anaknya 03
(kiri) kunjungan di mobil perputakaan keliling milik Perpusda Kota Metro. (kanan) Tamma seorang penulis novel asal Kota Metro. Foto : Ade Embun

“Ada teman-teman yang punya usaha sablon kaos, kuliner, disain grafis, videografi dan photografi serta masih banyak yang lain. Mereka ini temen-temen lokal Metro yang juga harus didukung. Mereka ini warna dari Kota Metro. Maka dari itu kami selalu mengkampanyekan untuk support talent lokal Kota Metro. Karena sebenarnya kota ini memiliki segudang talenta berbakat dan orang-orang hebat”, terangnya.

Ditemani dengan iringan musik persembahan dari teman-teman penggiat komunitas seni, diantaranya Cakau, Sangsaka, Masyarakat Hujan dan Phyla Project, para pengunjung juga asik membaca beragam macam buku-buku yang sengaja di hadirkan oleh teman-teman penggiat literasi Kota Metro serta Dinas Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Metro, guna mengkampanyekan gerakan budaya membaca buku.

(S01)

Tinggalkan Komentar Anda