Kampung Kreatif Karang Endah

257
Kampung Kreatif Karang Endah
(Ilustrasi)

Sebatin.com, Sumatera Selatan – Sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, kita seharusnya bersyukur. Kita diberikan akal pikirian dan fisik yang lengkap dan bagus. Dengan pemberiaannya itu kita bisa membuat atau menciptakan sesuatu. Ya, daya kreativitas.

Di zaman yang semakin pelik ini, yang mana pengangguran bertebaran di mana-mana karena terbatasnya lapangan pekerjaan, maka salah satu jalan yang harus diambil adalah menjadi pengusaha. Bahkan meski hanya sekadar menjual rokok dan air minum kemasan, kita sudah bisa disebut sebagai pengusaha. Bukankah semua pengusaha besar awalnya dulu adalah pengusaha kecil? Pengusaha yang juga merangkak, berhemat, dan berpikir keras?

Kampung satu Desa Karang Endah, Gang Waqaf Satu, Ogan Komering Ulu, adalah kawasan yang patut dicontoh oleh seluruh kampung di Indonesia. Sebagian besar mata pencaharian penduduk di kawasan ini adalah dari kebun karet. Tiga per empat dari warganya sehari-harinya bekerja menyadap karet. Baik itu yang memiliki kebun karet sendiri atau yang hanya menjadi buruhnya. Sementara seperempatnya lagi adalah pegawai negeri sipil dan pegawai swasta yang beberapa juga memiliki kebun karet.

Meskipun penghasilan dari kebun karet dan kerjaan lainnya sudah cukup memadai kebutuhan sehari-hari, sebab harga lateks di daerah ini adalah yang paling tinggi di Provinsi Sumatera Selatan, tapi warga di kawasan ini tidak berdiam diri dengan hanya mendandalkan hasil dari karet tersebut.

Hampir seluruh rumah di kawasan ini memiliki usaha masing-masing. Seperti: menjual gorengan, menjual pulsa elektrik, usaha konter pulsa dan hape yang cukup besar, membuat tempe, membuat tahu, membuat getuk, membuat tiwul, membuat pempek, membuat susu kedelai, beternak ayam, beternak bebek, beternak kambing, beternak sapi, budidaya ikan, budidaya jangkir, usaha jahit, membuat tape, dan lain sebagainya.

“Kita itu harus produktif, Mas, nggak boleh males. Jangan mau buang-buang waktu percuma!” ujar Nunuk Tri Rahayu, seorang guru SMK yang memiliki usaha jahit dengan tujuh karyawan, saat Tim Sebatin.com mewawancarainya.

Kita memang harus menjadi orang yang produktif. Bukan konsumtif. Bukankah saat usaha kita bisa berjalan maka setidaknya kita telah mengurangi satu pengangguran di negeri ini, yakni diri kita sendiri? terlebih lagi jika usaha kita berkembang dan menjadi besar. Negeri ini memang sedang amat sangat membutuhkan wirausaha-wirausaha baru. Tunggu apa lagi? Mari menjadi produktif! Mari berkarya!. (Al Hadeed)

Tinggalkan Komentar Anda