Kantor Kelurahan Yosomulyo Kosong, Komisi II DPRD Kota Metro Minta Sanksi Tegas

593
Kantor Kelurahan Yosomulyo Kosong, Komisi II DPRD Kota Metro Minta Sanksi Tegas
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Metro Yulianto, S.E., M.Pd. Foto: Ist

Sebatin.com, Kota Metro – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro meminta dengan tegas kepada seluruh pimpinan dan staf kantor kelurahan di Kota Metro untuk aktif dalam hal memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pasalnya, kelurahan merupakan perwakilan terdepan pemerintah untuk masyarakat.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Metro Yulianto, S.E., M.Pd. mengatakan, kelurahan merupakan perpanjangan tangan pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat. Karenanya, kelurahan harus lebih aktif dalam hal pelayanan kepada masyarakat.

“Yang paling dekat dengan masyarakat itu kan kelurahan. Dia perpanjangan tangan. Itulah dasarnya dibuat untuk rentang kendali. Ya seharusnya yang lebih aktif, ya mereka (kelurahan),” paparnya ketika dihubungi Sebatin.com melalui sambungan telepon, Selasa (18/04/2017).

Sebagai pelayanan terdepan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, lanjut Yulianto, kelurahan harus bisa menunjukkan kinerja pemerintah yang nyata agar dirasakan oleh masyarakat sekitar.

“Kalau enggak ada orang, kosong, ya gimana? Nanti kita minta untuk diberikan sanksi tegas. Harus ada reward dan punishment. Kelurahan itu harus tahu dan dekat dengan masyarakat,” pungkasnya.

Diketahui, beberapa waktu lalu ada sejumlah Kantor Kelurahan di Kecamatan Metro Pusat yang melakukan tindakan tidak disiplin, diantaranya Kelurahan Metro, Hadimulyo Barat, dan Yosomulyo.

Ketika Inspektorat Kota Metro yang secara langsung dipimpin oleh Inspektur Kota Metro, Jihad Helmi turun ke lapangan guna melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke kantor-kantor kelurahan di Metro Pusat, ditemukan sejumlah pegawai kelurahan yang tidak masuk kerja tanpa keterangan.

Sidak yang mulai dilaksanakan sekitar pukul 08.00 WIB pada hari Rabu (19/04/2017) tersebut, diawali dengan mendatangi Kantor Kelurahan Metro. Di kantor tersebut, ternyata hanya ditemukan dua orang pegawai, yaitu Lurah Metro dan pegawai jabatan JFU. Sementara, untuk tujuh orang pegawai lainnya, mereka tidak hadir tanpa keterangan, termasuk salah satunya adalah Sekretaris Lurah Metro sendiri.

Lebih lanjut, ketika tim sidak menyambangi Kantor Kelurahan Hadimulyo Barat, ternyata masih ada juga dua orang pegawai yang tidak hadir.

Diketahui, sehari sebelumnya (18/04/2017), ketika Sebatin.com berkunjung ke Kantor Kelurahan Yosomulyo pada pukul 13.25 WIB hingga 14.30 WIB, kantor tersebut dalam kondisi kosong. Menurut keterangan warga sekitar, selepas jam istirahat, Kantor Kelurahan Yosomulyo memang sering kali sepi. Para pegawainya baru datang ketika hari sudah sore, sehingga bagi warga yang ingin meminta pelayanan, terpaksa harus menunggu. (Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda