Kapan Saatnya Kata “Tidak“ Diucapkan

719
Kapan Saatnya Kata “Tidak“ Diucapkan
Dimanfaatkan teman yang selalu tidak bawa dompet saat mengajak makan (Ilustrasi)

Sebatin.com – Sesama manusia dituntut untuk selalu berbuat baik. Saling menghargai menjadi harga mati dalam kehidupan sosial. Di Indonesia sendiri, sopan santun, tata krama, toleransi adalah hal-hal yang dijunjung tinggi oleh masyarakat. Maka, tak heran jika warga Indonesia kerap disebut-sebut sebagai orang-orang yang ramah oleh turis asing.

Saking ramahnya, beberapa orang sampai nggak bisa tega untuk mengatakan ” tidak ” kepada orang lain, terlebih dalam hal tolong menolong. Padahal, saat mengatakan ” iya ” pun, belum tentu akan menguntungkan kehidupan yang dimintai tolong.

Biar kamu nggak terjebak dalam situasi-situasi yang mengharuskanmu berkata ” ya ” atau ” tidak “, lebih baik pahami waktu yang tepat untuk kamu harus berkata ” tidak ” untuk orang lain.

  • Teman meminjam uangmu

Mengapa kamu perlu mengatakan ” tidak “? Meminjamkan uang pada teman nggak selalu jadi ide yang baik, menurut Ruthann Driscoll, Direktur perencanaan lanjutan di Northwestern Mutual, ” Meminjamkan uang tidak pernah sederhana, tetapi ketika kamu meminjamkan kepada keluarga atau teman, hal ini memiliki potensi untuk menghancurkan hubungan berharga kalian, terutama ketika hutang nggak dibayar,” katanya dilansir dari Femalenetwork.com.

Lalu, bagaimana cara mengatakan ” tidak ” pada mereka ? Penting untuk mereka mengetahui alasan kenapa kamu nggak tertarik meminjamkan uang padanya. Jika kamu nggak punya uang, katakan padanya. Jika kamu nggak nyaman meminjamkan uang kepadanya secara umum, biarkan dia tahu. Misal, temanmu sering berkelit untuk mengembalikan uang, katakan padanya. Jangan biarkan mereka memandangmu sebagai orang yang pelit.

  • Ketika bos meminta kamu untuk lembur yang kesekian kali

Mengapa kamu perlu mengatakan ” tidak “? Ingat, kamu adalah manusia. Memaksakan diri terlalu banyak untuk bekerja dapat memberikan efek buruk pada kualitas pekerjaan yang kamu lakukan. Maka dari itu, kompromikan dengan dirimu dan atasanmu.

Bagaimana cara mengatakan ” tidak ” ? Cobalah untuk jujur pada bosmu. Kalau kamu merasa lelah atau terlalu banyak bekerja, katakan padanya. Utarakan kenapa kamu nggak bisa begadang hingga tengah malam. Jangan lupa berikan alternatif pada atasan sebagai bantuan untuknya. Pilih kalimat yang tepat sesuai dengan karakter bosmu agar nggak terjadi kesalahpahaman.

  • Saat teman mengajakmu makan malam di restoran mahal

Mengapa kamu perlu mengatakan ” tidak ” ? Sebab, nggak semua orang mampu makan di restoran mahal, terutama dalam waktu yang teratur. Kalau kamu termasuk orang-orang yang nggak mampu untuk itu, sebaiknya pilih kedai-kedai makanan dengan harga yang standar. Apalagi jika keuanganmu sedang terombang-ambing. Hidup tak selamanya soal makan, bukan ? Kamu perlu memikirkan kehidupan ke depan.

Tak perlu gengsi untuk mengutarakannya. Sekali lagi, kejujuran adalah pilihan terbaik. Memberitahu temanmu bahwa kamu nggak punya cukup uang, kemudian menyarankan restoran lain dengan harga standar mungkin bisa jadi alternatif, ketimbang kamu menyetujui ajakan temanmu lalu esok hari kamu meminjam uang pada orang lain untuk biaya hidup. Kecuali, temanmu sudah memastikan bahwa ia mau mentraktirmu. (*)

Tinggalkan Komentar Anda