Kebutuhan Darah di Kota Metro Capai 1.200 Kantong Dalam Sebulan

187
Kebutuhan Darah di Kota Metro Capai 1.200 Kantong Dalam Sebulan
Acara Penandatangan Kerjasama PMI dan rumah sakit di Kota Metro, Rabu (10/05/2017). Foto: Hendra - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Kebutuhan darah di Kota Metro dalam satu bulan mencapai 1.200 sampai 1.300 kantong darah. Banyaknya kebutuhan kantong darah ini, lantaran rumah sakit di Kota Metro, terutama RSUD A. Yani merupakan rumah sakit rujukan.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Metro Achmad Pairin mengatakan, cakupan kebutuhan darah saat ini masih 85 persen dari kebutuhan. Karenanya, PMI terus mengajak kepada masyarakat untuk ikut mendonorkan darahnya ke PMI.

“Sekarang yang kita tekankan agar darah itu aman untuk dikonsumsi pasien. Untuk mendorong agar masyarakat mau mendonorkan darahnya ya sosialiasi. Tugas PMI pertama mencari orang yang mau mendonor dan yang kedua mendistribusikan darah. Nah dalam pendistribusian harus darah yang betul-betul layak untuk dipakai, itu yang utama. Karena tujuan kita adalah menyelamatkan nyawa, jangan sampai karena kesalahan malah membunuh,” terangnya usai menghadiri Penandatangan Kerjasama PMI dan rumah sakit di Kota Metro, Rabu (10/05/2017).

Wakil Ketua PMI Yahya Wilis didampingi dr. Puji menjelaskan, kebutuhan darah di Kota Metro setiap tahun meningkat. Pasalnya, rumah sakit di Kota Metro merupakan rujukan dari daerah lain.

Dikatakannya, kesadaran masyarakat Kota Metro untuk mendonorkan darahnya saat ini masih kurang. Pasalnya, dari donor darah sukarela, hanya 50 persen dari kebutuhan. Sisanya, merupakan donor pengganti.

“Donor darah sukarela itu warga datang ke PMI ataupun kita yang mencari. Kalau donor darah pengganti itu donor darah dari keluarga. Misal ada yang sakit, anaknya atau sepupunya yang donor darah. Untuk donor sukarela itu baru 50 persen atau setengahnya. Selebihnya dari donor darah pengganti,” katanya.

Ke depannya, terusnya, PMI Kota Metro akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya donor darah.

“Misalnya di Desa Bumi Nabung Lampung Timur, itu jauh dari kota atau kita anggap istilahnya masih kampung lah. Tetapi kesadaran mereka akan pentingnya berdonor darah sudah ada pada setiap orang. Kalau di Kota Metro ini masih belum,” paparnya.

Oleh karenanya, dirinya berharap Ketua PMI dan juga Wali Kota Metro Achmad Pairin bisa meningkatkan donor darah sukarela di Kota Metro dan menciptakan lumbung darah baru. Selain itu, untuk pemerintah daerah agar bisa mengajak para PNS untuk mendonorkan darahnya.

“Karena selama ini kita bekerjasama dengan komunitas OI (Orang Indonesia) dan komunitas lain seperti Vihara, PSMTI, dan lainnya. Untuk PNS dan instansi kita belum sampai ke sana. Nah kita juga bergerak untuk mencari darah itu ke Lampung Timur dan Lampung Tengah, bahkan juga Tanggamus. Karena kita itu ada kebebasan untuk mencari darah dan itu ada peraturannya,” pungkasnya.

(Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda