Kelurahan Rawan Pegawai Membolos

506
Kelurahan Rawan Pegawai Membolos
Kantor Inspektorat Kota Metro. Foto: Ist

Sebatin.com, Kota Metro – Dari semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), tempat yang rawan terjadi pegawai membolos, yakni di kelurahan. Pasalnya, setelah jam istirahat para pegawai kelurahan kerap kali tidak kembali ke kantor.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Inspektorat Kota Metro Kris Endarto di ruang kerjanya, Rabu (15/3/2017). Kata dia, Inspektorat sering melakukan sidak ke SKPD, dari hasil sidak tersebut hasilnya cukup baik. Hanya saja, di tingkat kelurahan masih sering terjadi setelah jam istirahat para pegawai tidak kembali ke kantor.

“Biasanya kan sidak itu kita lakukan pagi. Nah biasanya aparat kelurahan itu siang harinya pada membolos. Nanti kita lakukan sidak di siang hari,” katanya.

Secara umum, lanjutnya, kedisiplinan PNS di Kota Metro masih baik. Namun, dalam setiap bulan biasanya dari 6 SKPD yang dilakukan sidak ada 10 – 15 PNS yang kedapatan sering tidak hadir.

“Dinas-dinas baru itu tingkat kehadirannya baik, hampir 90 persen hadir. Biasanya itu dalam satu bulan dari 6 SKPD ada 10 sampai 15 PNS lah yang membolos. Ini termasuk kecil,” paparnya.

Dijelaskannya, bagi pegawai yang sering membolos sanksi yang diberikan, yaitu pembinaan dan teguran.

“Yang membuat teguran langsung Pak Wali Kota. Nanti disampaikan ke SKPD, dan SKPD yang memberikan ke pegawai tersebut,” jelasnya.

Ia menuturkan, Inspektorat akan menindak tegas terhadap pegawai-pegawai yang sering membolos dan tidak melaksanakan tugas. Asalkan, laporan dari SKPD terkait melaporkan dan memberikan data yang lengkap.

“Ya kalau tidak ada yang melapor ya lolos. Paling kita hanya sidak saja, tetapi sidak itu kan hanya di hari itu saja, di hari sebelumnya atau setelahnya kita tidak tahu. Ya kalau kita dapat laporan lengkap, kita akan tindak tegas,” tuturnya.

Sampai saat ini, tambah Kris, belum ada pegawai yang akan diberikan teguran keras. Hanya, untuk teguran dan pembinaan sudah dilakukan ke beberapa pegawai.

“Belum ada. Ya kalau teguran ringan sudah pernah kita keluarkan. Biasanya kalau teguran keras dan pemecatan itu kita berikan ketika pegawai tersebut tidak melaksanakan tugas dan terjerat kasus hukum, tetapi kasus yang diluar pekerjaan,” tambahnya.

(Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda