Kembangkan Industri Gula, Pemprov Lampung Tawarkan Way Kanan dan Mesuji Pada Investor Taiwan

33
Kembangkan-Industri-Gula,-Pemprov-Lampung-Tawarkan-Way-Kanan-dan-Mesuji-Pada-Investor-Taiwan
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat saat berdialog bersama Tim survei Kementerian Pertanian Taiwan, di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Selasa (15/1/2019).

Sebatin.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menawarkan wilyah Kabupaten Way Kanan dan Mesuji kepada Kementerian Pertanian Taiwan (Council of Agriculture /COA of Taiwan) dan Taiwan Sugar Corporation (TSC), sebagai lokasi investasi guna menjalankan pengembangan industri gula di Provinsi Lampung.

Tawaran tersebut secara langsung disampaikan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat saat menyambut kedatangan Tim survei Kementerian Pertanian Taiwan, di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Selasa (15/1/2019) kemarin. Kedatangan COA Taiwan tersebut secara langsung dipimpin oleh Deputy Director Departement of International Head Affairs, CO, Vincent Lin.

Menurut Taufik Hidayat, dua kabupaten yang ditawarkan kepada para investor tersebut merupakan wilayah yang lahannya berpotensial untuk digunakan sebagai lokasi perkembangan industri gula. “Kenapa di Way Kanan, karena selain masih ada ketersedian lahan juga akan ada pembangunan dermaga darat atau Dry Port disana. Jadi akan lebih memudahkan hasil-hasil industri tersebut untuk diangkut menggunakan kereta api menuju Pelabuhan Panjang”, terangnya.

“Dan yakinlah, Kami (Pemprov Lampung, red) akan membuka pintu seluas-luasnya bagi para investor yang akan menanamkan sahamnya di Provinsi Lampung”, tambah Taufik Hidayat.

Di ujung sambutan, Taufik Hidayat juga mengatakan, dirinya berharap survey yang dilakukan oleh para calon investor tersebut dapat membuahkan hasil yang baik, yakni terciptanya investasi. “Namun bukan hanya investasi dalam bentuk dana juga teknologi, tetapi agar dapat menekan Harga Pokok Pembeliaan (HPP, red) gula, dan juga meningkatkan taraf hidup petani lokal disini”, pungkasnya.

Diterangkan oleh Vice CEO Sugar Business Division, Taiwan Sugar Corporation (TSC), Vei-dong Chen, bahwa lahan yang diperlukan untuk membangun sebuah pabrik gula, minimal seluas 30 ribu hektar. “Apabila pabrik ini akan beroperasi, maka akan memproduksi 100 ribu ton gula kuning dan 100 ribu ton gula putih. Dan sementara, nilai investasi diperkirakan mencapai 2 juta USD”, paparnya. (*)

Tinggalkan Komentar Anda