Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Metro Apresiasi Kerja Cepat RSUD Ahmad Yani Atasi Limbah Medis Yang Tercecer

828
Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Metro Apresiasi Kerja Cepat RSUD Ahmad Yani Atasi Limbah Medis Yang Tercecer
Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota MetroYerri Noer Kartiko. Foto : Facebook

Sebatin.com – Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Metro, Yerri Noer Kartiko mengapresiasi kinerja teman-teman media yang peduli terhadap pengendalian lingkungan hidup. Hal itu di ungkapkan dalam rilisnya di akun jejaring sosial, terkait adanya pemberitaan tentang temuan limbah medis yang berserakan di halaman depan Kamar Jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Yani Kota Metro, beberapa waktu lalu.

Yerri Noer Kartiko di dampingi oleh Yulimah, ST sebagai Kepala Seksi Pengawasan dan Perizinan, serta Dian Pranita, ST sebagai staf Seksi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, melakukan inspeksi ke RSUD Ahmad Yani, Senin (01/08/2016).

Berdasarkan hasil diskusi dan pengamatan dilapangan, bersama pihak RSUD Ahmad Yani yang di wakili oleh Eko Hendri sebagai Wakil Direktur RSUD Ahmad Yani bersama beberapa staf nya, Kantor Lingkungan Hidup Kota Metro melalui rilisnya di dalam akun jejaring sosial menyimpulkan kronologis dari tercecernya limbah medis tersebut.

  • RSUD Ahmad Yani Kota Metro saat ini sedang dalam kegiatan renovasi gedung atau ruanagan farmasi. Kegiatan tersebut secara teknis dilapangan dikerjakan oleh rekanan/pihak ketiga/pemborong.
  • Para pekerja bangunan tersebut (yang belum diberikan pengetahuan atau informasi sebelumnya terkait dengan penanganan obat kadaluwarsa dan alat kesehatan tak terpakai) pada saat membongkar gedung atau gudang tempat penyimpanan obat, menemukan obat kadaluwarsa yang kemudian di buang dan dicampur dengan puing bahan bangunan lain yang selanjutnya diletakkan di depan ruang jenazah.

Berkaitan dengan hal tersebut, guna mencegah tidak terjadinya kembali hal yang serupa, Yerri Noer Kartiko melalui Kantor Lingkungan Hidup Kota Metro, menyarankan dan di sanggupi oleh pihak RSUD Ahmad Yani Kota Metro, adapun saran tersebut yaitu :

  • Pihak RSUD Ahmad Yani perlu memberikan informasi yang cukup kepada para pekerja, tidak terkecuali kepada para pekerja bangunan khususnya
    dalam menangani hal-hal yang krusial yang berpotensi memiliki dampak penting terhadap kesehatan dan lingkungan serta tata cara penanganan atau penanggulangannya.
  • Menetapkan dan menerapkan prosedur kerja tetap secara konsisten dan penuh tanggung jawab dalam penanganan obat kadaluwarsa (sudah ada prosedur, sudah dilaksanakan, sudah ada laporan dan berita acaranya).
  • Meningkatkan kerjasama, koordinasi dan komunikasi internal antara bagian Farmasi dan bagian Sanitasi khususnya dalam menangani obat kadaluwarsa.

Dan sebagai tindaklanjut dari permasalah tersebut pihak RSUD Ahmad Yani sebelumnya telah melakukan kegiatan pembersihan dengan cara memungut dan memasukkan limbah medis yang sempat tercecer kedalam wadah yang semestinya dan kemudian ditempatkan di dalam gudang penyimpanan sementara limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang berada di lokasi kawasan RSUD Ahmad Yani.

Sebagaimana jadwal yang telah disepakati oleh RSUD Ahmad Yani dan pihak pengangkut, limbah-limbah tersebut dan termasuk limbah B3 lainnya, selanjutnya akan diangkut dan di proseslebih lanjut oleh perusahaan yang sudah mendapatkan izin dari Kementrian LHK untuk mengelola limbah B3. (Red)

Tinggalkan Komentar Anda