Kepala SMK Negeri 2 Metro Berikan Amnesti Tunggakan Biaya Pendidikan

281
Kepala-SMK-Negeri-2-Metro-Berikan-Amnesti-Ijazah
Kepala SMKN 2 Kota Metro didampingi Wakasek ditemui awak media diruang kerjanya. Foto : holik-sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Metro berikan amnesti bagi siswa yang belum mengambil Ijazah karena ada tunggakan biaya pendidikan di sekolah tersebut.

Kepala SMK Negeri 2 Kota Metro, Dr. Armina diruang kerjanya, Jumat (19/01) mengatakan bahwa dirinya menjadi Kepala sekolah di SMK Negeri ini belum lama, dan ketika Ijazah yang belum diambil oleh siswanya disoal dirinya segera mengadakan rapat pertemuan bersama jajarannya untuk mengetahui kronologis yang sebenarnya, kata Armina.

Lanjut Armina, hasil pertemuan bersama jajarannya tersebut baru mereka dapat mengambil suatu keputusan untuk segera memberikan Amnesti bagi siswa yang belum mengambil Ijazahnya dengan klasifikasi sebagai berikut, bagi siswa yang tidak mampu diberikan keringanan 50 persen sementara yang masuk klasifikasi sangat tidak mampu itu dibebaskan dari segala biaya dengan menunjukkan surat keterangan atau lainnya.

“Saya jelaskan, bahwa ada siswa yang dikatakan tidak mampu tidak sepenuhnya menyelesaikan kewajibannya kepada sekolah hanya 50 persen, namun bagi siswa yang sangat tidak mampu, namanya sangat tidak mampu ya Kami bebaskan, asal benar dapat membuktikan bahwa siswa itu sangat tidak mampu dengan melampirkan surat keterangan dari pamong,” ujarnya.

Lebih lanjut Armina mengatakan bahwa memang benar setelah ditelusuri adanya tunggakan siswa terhadap sekolah dan jumlahnya variatif, dan untuk saat ini dirinya membuka bagi siswa lainnya yang hingga kini belum mengambil Ijazah untuk segera dapat menghubungi sekolah, dan sekolah tidak menahan Ijazah namun terkadang siswa yang telah mendapat fotocopy dan legalisir Ijazah dibiarkan lama disekolah, kata Armina.

Bukan hanya itu, dirinya juga akan memberikan ijazah gratis bagi siswa yang belum ambil Ijazah yang lulus tahun 2000 kebawah, tahun 2001 sampai 2005 hanya dikenakan biaya 25 persen sementara tahun 2006 sampai 2010 hanya 50 persen, dan untuk tahun 2011 hingga tahun 2015 dikenakan 75 persen dari tunggakan, paparnya.

Hingga saat ini masih ada sekitar 418 ijazah yang belum diambil dengan rincian lulusan tahun 2006-2010 ada 15 Ijazah, tahun 2011-2015 ada 149 Ijazah, dan tahun 2016-2017 ada 254 Ijazah. Armina juga mengatakan untuk tahun terakhir ini memang ada keterlambatan pengiriman dari Provinsi, pungkasnya.

(Holik)
Editor : Husni Alholik

Tinggalkan Komentar Anda