Kepala Staf Kepresidenan Evaluasi Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera

162
Kepala-Staf-Kepresidenan-Evaluasi-Pembangunan-Jalan-Tol-Trans-Sumatera01
Asisten Ekbang Sekprov Lampung saat memimpin rapat kerja di Swiss-Bellhotel, Senin (25/9/2017). Foto : Humas Prov

Sebatin.com, Bandar Lampung – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI dijadwalkan berkunjung ke Lampung pada 2-4 Oktober 2017 untuk mengevaluasi pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 252 km. Menurut Ketua Tim Percepatan Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, Adeham, evaluasi langsung dilaksanakan di lapangan.

Asisten Ekbang Sekretariat Provinsi Lampung Adeham, Lampung termasuk provinsi yang mendapat perhatian khusus Presiden. Sehingga dijadwalkan paling tidak satu bulan sekali rapat bersama dengan KSP. ”Tujuan percepatan ini mengejar persiapan Asian Games Palembang. Rencananya saat membuka Asian Games, Presiden akan melewati Jalan Tol Trans Sumatera dari Pelabuhan Bakauheni ke Palembang, kata Adeham.

“Kami akan menyampaikan beberapa hal yang terkait kinerja PPK (Pejabat Pembuat Kebijakan) lapangan yang berjumlah enam,” kata Adeham yang juga Asisten Ekbang Sekprov Lampung itu memimpin rapat kerja di Swiss-Bellhotel,” Senin (25/9/2017).

Kepala-Staf-Kepresidenan-Evaluasi-Pembangunan-Jalan-Tol-Trans-Sumatera02
Saat Ketua Tim Percepatan Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, Adeham, evaluasi langsung dilaksanakan di lapangan. Foto : Humas Prov

Selain laporan Ketua Tim Percepatan Pembangunan JTTS, Kepala Staf Kepresidenan juga akan mendengar paparan Kepala Kantor Wilayah Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Provinsi Lampung, Iing Sarkim, selaku Ketua Pengadaan Tanah JTTS. Menurut Iing Sarkim, masalah tanah 93.95 persen selesai dan tinggal 5 persen lagi dan kita harapkan bisa segara selesai, kata Iing.

“Para PPK inilah yang tahu persis perkembangan hari demi hari di lapangan. Kami terus berkoordinasi sesuai intruksi Pak Gubernur Ridho Ficardo, agar terus mengawal percepatan JTTS,” kata Adeham.

Rapat juga membahas tentang kedatangan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Kamis (28/9/2017). Kunjungan ini disertai para direksi PT Waskita Karya, PT Adhi Karya, dan PT Wijaya Karya. Kami menargetkan rapat bersama Bu Menteri ini dapat memberi penyelesaian kepada masing-masing BUMN. Kami juga berharap semua persoalan ini cepat selesai, kata Adeham.

(RZF)
Editor : Holik

Tinggalkan Komentar Anda