Ketua DPRD Kota Metro Nguduk Bareng Jurnalis

1205
Ketua DPRD Kota Metro Nguduk Bareng Jurnalis #1
Ketua DPRD Metro Anna Morinda bersama teman-teman Jurnalis, di Taman Merdeka, Selasa (28/6/2016). Foto : Embun - Sebatin.com

Sebatin.com – Menjelang minggu terakhir puasa Ramadhan 1437 H, Ketua DPRD Metro Anna Morinda menyempatkan diri Nguduk (Nunggu Beduk) bersama para Jurnalis Kota Metro, Selasa (28/6/2016). Anna yang biasa diajukan pertanyaan tentang Kota Metro oleh para Jurnalis, kini berbalik arah, ia ingin teman-teman Jurnalis dapat menjawab pertanyaannya.

“Saya ingin menjadikan teman-teman Jurnalis sebagai narasumber, sebagi masukan juga untuk saya pribadi, teman-teman Dewan Metro dan para Pejabat Pemerintahan,” terang Anna.

Perjalanan dimulai dari rumah dinas Ketua DPRD Metro menuju Taman Merdeka. Kepada para Jurnalis Anna melontarkan pertanyaan, sebagai Kota Pendidikan, bagaimana Taman Merdeka sebaiknya dikelola.

Agus Chandra atau yang akrab disebut A’ap salah satu Jurnalis dari Lampung Post mengatakan, sebagai Kota Pendidikan mungkin akan lebih baik ketika Taman Merdeka dapat disulap menjadi sebuah ruang publik yang jelas konsepnya serta baik pemeliharaannya. Tidak terkesan hanya puas dan bangga karena Taman Merdeka sudah dijadikan pilihan oleh masyarakat Metro dan masyarakat dari kabupaten lainnya sebagai tujuan wisata keluarga.

“Coba lebih diupayakan lagi, agar Pemkot Metro dapat lebih serius untuk menjadikan Taman Merdeka ini sebagi salah satu ruang belajar bagi para pelajar dan menjadi tempat bermain yang nyaman khususnya bagi anak-anak dan para keluarga, serta sebagai ruang untuk mengekspresikan kegiatan-kegiatan positip para penggiat komunitas di Kota Metro. Tentunya dengan ditambah fasilitas-fasilitasnya penunjangnya,” terang A’ap.

Ketua DPRD Kota Metro Nguduk Bareng Jurnalis #2
Jurnalis MNC Grup Wahab berbincang-bincang dengan Ketua DPRD Metro Anna Morinda, di depan Masjid Taqwa Metro, Selasa (28/6/2016). Foto: Embun – Sebatin.com

Di sisi yang lain Wahab Jurnalis MNC Grup dan pimpinan portal media online Tabikpun.com ini mengomentari ketidak tegasan Pemerintah Kota Metro dalam mengelola dan menata Taman Merdeka.

“Taman Merdeka ini kan sudah menyumbang PAD yang besar buat Kota Metro, dari parkir kendaraan, penarikan salar para pedagang dan odong-odong, jadi kalau pemerintah tegas dan jelas dalam hal penarikan dan pengelolaan retribusi di wilayah Taman Merdeka, tentunya taman ini tidak akan seperti sekarang yang kita lihat ini rumputnya gundul, fasilitas toilet umumnya terbengkalai, penerangannya minim, kemana anggaran untuk perawatannya,” jelas Wahab.

Berjalan santai menuju Masjid Taqwa, Anna memancing harapan dan komentar dari teman-teman Jurnalis lainnya tentang masjid kebanggaan Kota Metro tersebut.

“Selain sebagai sarana ibadah umat muslim, Masjid Taqwa sekarang sudah menjadi tujuan wisata religi bagi masyarakat Lampung, dan menyumbang juga untuk PAD Kota Metro, terus bagaimana, menurut kalian?” tanya Anna.

Ketua DPRD Kota Metro Nguduk Bareng Jurnalis #3
Annga Jurnalis Radar Metro, sedang berdiskusi dengan Anna Morinda Ketua DPRD Kota Metro, di halaman Masjid Taqwa Metro, Selasa (28/6/2016). Foto: Embun – Sebatin.com

Dijagalah, ujar Angga Jurnalis dari Radar Metro, “Pemerintah sekarang ini tugasnya mengelola dan merawat, jangan apa yang sudah ditinggalkan oleh-oleh pemerintahan yang lalu kemudian menjadi terbengkalai, kan ada anggarannya, coba kalo kita liat, warna nya sudah mulai pudar, banyak beberapa bagian dalam masjid yang sudah bocor, lampu-lampunya yang bukan hanya sekedar kurang terang, tapi justru malah copot kondisinya,” terangnya.

Ketua DPRD Kota Metro Nguduk Bareng Jurnalis #4
Ketua DPRD Metro Anna Morinda usai berdialog dengan Jurnalis Tribun Lampung, Indra di halaman Masjid Taqwa Metro, Selasa (28/6/2016). Foto: Embun – Sebatin.com

Indra Jurnalis dari Tribun Lampung mengharapkan, dengan keberadaan Masjid Taqwa yang megah ini jangan hanya sekedar menjadi sarana ibadah saja, tapi bagaimana area Masjid Taqwa yang luas ini juga bisa menjadi sarana atau tempat berdiskusi bagi para pelajar dan para cendikia di Kota Metro tentunya tanpa meninggalkan norma-norma dan aturan di dalam agama islam sendiri tentang bagaimana menghargai sebuah rumah ibadah, agar masjid yang megah ini selalu hidup, tidak hanya ramai hanya pada waktu melaksanakan sholat saja.

Tanpa berniat mengurangi idealisme dan kekritisan teman-teman Jurnalis, Anna berharap, moment Nguduk ini akan menciptakan keharmonisan antara para Jurnalis Kota Metro dengan Dewan, Pemerintah Kota Metro dan para tokoh-tokoh di kota ini untuk bersama-sama ikut memikirkan dan memperhatikan tentang bagaimana membuat Kota Metro ini menjadi kota yang lebih maju lagi, tidak hanya dari segi infrastruktur saja namun juga dalam hal sumber daya manusianya, tanpa harus jauh meninggalkan kearifan lokal. (Embun)

Tinggalkan Komentar Anda