Kominfotik Lampung Masih Deteksi Situs Penyebar Hoax

317
Kominfotik Lampung Masih Deteksi Situs Penyebar Hoax
Kadis Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Povinsi Lampung, Achmad Chrisna Putra. Foto : Facebook

Sebatin.com, Bandar Lampung – Langkah pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terkait wacana akan membersihkan situs-situs dan konten media sosial (medsos) yang dinilai melanggar undang-undang, mendapat dukungan berbagai pihak. Salah satunya Kapala Dinas (Kadis) Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Povinsi Lampung Achmad Chrisna Putra.

Chrisna menerangkan, pemerintah berwenang di dalam undang-undang (UU) untuk menjaga harmoni kebangsaan. Adapun hal tersebut sesuai dengan UU Pasal 40 Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kadis Kominfotik yang baru dilantik ini mengatakan, dirinya mendukung penuh wacana pemerintah RI untuk memblokir situs-situs penyebar berita Hoax. Pihaknya juga mendeteksi website-website bermuatan Hoax Tersebut.

“Ya, memang itu kan ada salah satu wacana untuk aturan-aturan hoax itu, sekarang Kominfo sudah mendeteksi wabsite-website yang memang menyebarkan hoax itu. Kita juga meminta kepada masyarakat untuk tidak percaya terhadap berita-berita yang memang tidak bertanggungjawab. Karena memang berita-berita itu banyak yang menyesatkan. Itulah karena pertumbuhan teknologi dan sebagainya memang tidak bisa kita bendung, tapi dampak dari pertumbuhan itu memang sangat besar. Tapi ada dampak positif dan negatifnya”, kata Chrisna usai mengisi materi diskusi publik bersama tokoh masyarakat Hadimulyo Timur, di ruangan Sekolah Luar Biasa (SLB) Wiyata Dharma, Kecamatan Metro Pusat, Sabtu (21/01/2017) lalu.

Mantan Penjabat (PJ) Wali Kota Metro ini menyayangkan minimnya tenaga Informasi dan Tegnologi (IT) di Provinsi Lampung, akan tetapi pihaknya masih terus memantau perkembangan situs-situs bermuatan berita Hoax.

“Di Lampung kita memang lagi memantau. Memang terus terang tenaga IT kita di Lampung kurang, tapi kita masih tetap memantau itu. Kemarin juga saya baru rapatkan di Kominfo tentang berita-berita hoax ini, kita akan pantau dan kita akan minta ke pusat seperti apa petunjuknya”, ujarnya.

Dirinya menghawatirkan keberadaan situs-situs penyebar Hoax tersebut dapat memecah belah persatuan masyarakat Indonesia. Dan permasalahan tersebut sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk menyelesaikannya.

“Ya karena informasi hoax ini kan ditakutkan bisa memecah belah persatuan kita, mengadu domba antar umat dan sebagainya. Sekarang berita-berita ini kan banyak, bukan hanya berita biasa, tapi fitnah dan sebagainya, nah ini memang menjadi kewenangan pemerintah untuk memblokir situs-situs tersebut, cuma memang sekarang ini kewenagannya dari pemerintah pusat untuk memblokir situs-situs itu”, paparnya.

(Arb)

Tinggalkan Komentar Anda