Komisi I DPRD Metro, Minta Temuan BPK Lampung Sebesar 3 Miliar, Segera di Kembalikan Pada Kas Negara

77
Komisi-I-DPRD-Metro,-Minta-Temuan-BPK-Lampung-Sebesar-3-Miliar,-Segera-di-Kembalikan-Pada-Kas-Negara
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Metro, Nasrianto Effendi

Sebatin. com, Kota Metro – Komisi I DPRD Kota Metro, dengan tegas meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk segera menindaklanjuti terkait adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Lampung, terkait adanya kesalahan teknis pada pengerjaan proyek tahun anggaran 2017, yang mencapai nilai yang fantastis, yaitu Rp 3 Miliar.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Metro, Nasrianto Effendi mengatakan, selaku leading sector, Dinas PUTR setempat, hendaknya melakukan evaluasi terhadap temuan BPK Perwakilan Lampung beberapa waktu lalu atas proyek yang ada. Serta aktif menindak lanjuti sesuai ketentuan yang diberikan. “Kita inginkan pekerjaan itu hasilnya berkualitas. Kita usulkan untuk mengevaluasi semua bentuk pembiayaan yang tidak jelas. Ini yang harus diminimalisir. Karena pungutan tak jelas berimbas dengan pekerjaan yang tidak maksimal”, jelasnya, Rabu (22/8/18).

Nasrianto Effendi juga menjelaskan, BPK Perwakilan Lampung, juga telah menemukan adanya kesalahan pada pekerjaan sejumlah proyek. “Jadi, jangan ada istilah setoran atau fee proyek. Ini yang mengakibatkan dan berimbas pekerjaan tidak maksimal dan berkualitas. Karena pungutan tak jelas itu”‘ bebernya.

Ditambahkan juga oleh Ketua Komisi I DPRD Kota Metro, Basuki, yang juga menilai pekerjaan dilaksanakan tidak tepat waktu. Sehingga mengakibatkan timbulnya persoalan. Berdampak pada waktu pengerjaan yang tidak cukup, hingga berakibat pada kualitas hasil pekerjaannya. “Ini juga faktor yang mempengaruhi. Nah, untuk menghindari keterlambatan pekerjaan agar pelaksanaan pekerjaan dapat dimulai sejak awal tahun anggaran”, terangnya.

“Tidak seperti yang selama ini, banyak pekerjaan fisik dimulai menjelang berakhirnya tahun anggaran”, tambah Basuki.

Karenanya, DPRD Kota Metro, meminta ke depan agar tidak ada lagi pekerjaan proyek fisik yang dikerjakan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan bermasalah. Pihaknya berharap seluruh pelaksanaan pekerjaan fisik di Kota Metro bisa maksimal dan berkualitas. Sehingga dapat betul-betul dirasakan masyarakat.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Metro, melalui Kabid Cipta Karya, Robby K Saputra, mengatakan, terkait adanya temuan BPK Perwakilan Lampung, tentang kesalahan pengerjaan proyek senilai Rp 3 Miliar yang dianggarkan tahun anggaran 2017 tersebut telah dikembalikan ke Kas Daerah.

“Saat ini, pengembalian sebagaian uang ke kas daerah sudah dilakukan oleh rekanan. Tinggal sisanya yang masih sekitar Rp 900 juta dari proyek tahun 2017. Untuk pelunasan pengembalian uang negara ke kas daerah itu terhitung tinggal 10 hari lagi”, pungkasnya saat ditemui usai hearing anggaran perubahan tahun 2018 di Ruang Rapat DPRD Kota Metro, Senin (20/8/18) lalu.

(Adv)

Tinggalkan Komentar Anda