Komisi V DPRD Janji Panggil Direktur RSUD Abdul Moeloek

427
Komisi V DPRD Janji Panggil Direktur RSUD Abdul Moeloek
Yandri Nazir (kanan), Abdullah Fadri Auly (tengah), Khaidir Bujung (kiri). Foto: Reza - Sebatin.com

Sebatin.com, Bandar Lampung – Aksi pada Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional yang dilaksanakan selama 2 hari, (Senin-Selasa, 1 dan 2 Mei 2017), akhirnya diterima perwakilan Komisi V DPRD Provinsi Lampung pada Selasa pagi, setelah sebelumnya para peserta aksi melakukan long march dari Masjid Agung Al Furqon hingga gedung DPRD Lampung.

Komisi V DPRD yang diwakili oleh Wakil Ketua Komisi Khaidir Bujung (F. PKB) bersama Abdullah Fadri Auly (F. PAN) dan Yandri Nazir (F. Demokrat), memberikan kesempatan kepada perwakilan aksi dari berbagai lapisan, di antaranya Serikat Buruh, Mahasiswa, Organisasi Perempuan, hingga perwakilan TKS Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr.H. Abdul Moeloek dan lainnya.

Salah satu tuntutan masa aksi adalah terkait kejelasan status puluhan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) RSUD Abdul Moeloek yang telah puluhan tahun mengabdi namun tak kunjung diangkat menjadi tenaga tetap di rumah sakit tersebut.

Abdullah Fadri Auly, yang juga memimpin rapat pertemuan (mediasi) antara masa aksi dan DPRD mengatakan, bahwa pihaknya (DPRD) akan menindaklanjuti laporan tersebut sesuai prosedur.

“Tolong buatkan secara rinci siapa saja dan berapa jumlah TKS di RSUD, dan yang bernasib sama,” ucapnya kepada perwakilan masa aksi.

“Karena kami tidak akan sampaikan secara pribadi, tapi atas nama TKS yang ada. Sehingga, kita bisa menyampaikan aspirasi ini,” tambah Fadri.

Ia juga menambahkan bahwa Komisi V akan memanggil pihak RSUD Abdul Moeloek guna mengklarifikasi kasus tersebut.

“Kami akan panggil pihak rumah sakit, dengan rincian yang saya minta tadi, baru kami bisa panggil direkturnya untuk kejelasan kasus ini,” sambungnya.

Setelah mendapatkan jawaban yang diharapkan, perwakilan masa aksipun meninggalkan ruang komisi V. Yohanes, selaku koordinator umum aksi mengatakan, bahwa dirinya sudah puas dengan jawaban akan dipanggilnya Direktur RSUD Abdul Moeloek, dan pihaknya akan menunggu dan mengawal hasil mediasi pada aksi 2 Mei 2017 ini. (Reza)

Tinggalkan Komentar Anda