Konservasi Tanah Pertanian? Apa Sebenarnya itu?

183
Konservasi Tanah Pertanian? Apa Sebenarnya itu?
(Ilustrasi)

Sebatin.com – Konservasi tanah merupakan upaya penempatan setiap bidang tanah dengan cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut, serta memperlakukan tanah sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah.

Tujuan dari konservasi tanah adalah untuk meningkatkan produktivitas lahan dengan memperkecil laju kehilangan tanah. Konservasi tanah dapat dilakukan dengan pengelolaan bahan organik dan penggunaan bahan pembenah tanah organik.

Bahan organik dalam tanah dapat meningkatkan kemampuan tanah dalam menahan air dengan mengikat molekul-molekul air dan pengisian pori-pori tanah. Bahan mikro sangat berperan dalam mengikat partikel atau agregat mikro. Sehingga tanah tidak hancur ketika terkena pukulan air hujan.

Bahan organik yang dapat digunakan untuk memperbaiki tanah adalah bahan organik yang berasal dari pupuk kandang, sisa-sisa tanaman, atau hasil pemangkasan tanaman pagar. Kompos sekam dan jerami padi juga memiliki kemampuan yang sangat baik untuk memperbaiki sifat fisik tanah.

Bahan pembenah tanah adalah bahan-bahan yang dapat memperbaiki sifat fisik tanah, sehingga dapat mendukung pertumbuhan tanaman. Bahan pembenah tanah dapat mengurangi risiko erosi. Bahan pembenah tanah yang paling sederhana dan mudah ditemukan adalah arang (charcoal).

Arang dimanfaatkan untuk mempercepat pertumbuhan tanaman. Penambahan arang ke tanah dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, daya simpan, dan ketersediaan hara yang lebih tinggi. Pembuatan arang pun sangat mudah. Selain itu, asap hasil pembakaran arang, jika didinginkan akan menghasilkan cuka kayu (wood vinegar).

Cuka kayu bermanfaat sebagai pestisida dan dapat merangsang pertumbuhan. Arang dan cuka kayu dapat dibuat dari limbah pertanian, seperti daun, kulit kacang, kulit kelapa, tongkol jagung, dan sekam padi.

Ternyata konservasi tanah dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan sisa. Dengan lahan yang sempit, seperti lahan pekarangan, yang digunakan untuk bercocok tanam, kita bisa memperbaiki tanah dengan mempergunakan sampah sisa memasak.

Bagi Anda yang mempunyai tanaman, bisa mulai menambahkan sisa-sisa sayuran dari dapur. Hal ini juga akan menambah kesuburan tanaman Anda tersebut. Yuk, kita mulai bertaman di depan rumah. (Tia MS)

Tinggalkan Komentar Anda