Kontingen Garuda UNIFIL 2016-2017 Peringati Hari Lahir Pancasila

200
Kontingen Garuda UNIFIL 2016-2017 Peringati Hari Lahir Pancasila
Kontingen Garuda UNIFIL 2016-2017 melaksanakan Upacara Bendera peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Upacara Soedirman Camp, UNIFIL HQ Naqoura Lebanon, Kamis (01/06/2017). Foto: Puspen TNI

Sebatin.com, Lebanon – Dalam meneguhkan komitmen agar Iebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Iuhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, Kontingen Garuda UNIFIL 2016-2017 melaksanakan Upacara Bendera peringatan Hari Lahir Pancasila dengan Inspektur Upacara Deputy Maritime Task Force (DMTF) COS Kolonel Laut (P) Ahmad Wibisono yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Soedirman Camp, UNIFIL HQ Naqoura Lebanon, Kamis (1/6/2017).

Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang di mulai dengan rumusan Pancasila Tanggal 1 Juni 2017 yang di pidatokan Ir. Sukarno, piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 dan rumusan pancasila final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945. Merupakan Jiwa besar para Founding Fathers, Para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok nusantara sehingga bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita.

Dalam amanat Presiden RI Joko Widodo yang dibacakan oleh Inspektur upacara, harus diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman. Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat. agama, kepercayaan dan goIongan bersatu padu membentuk Indonesia. ItuIah kebhinneka tunggal ika-an kita. Namun, kehidupan berbangsa dan bernegara kita sedang mengalami tantangan. Kebinekaan kita sedang diuji. Saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebinekaan dan keikaan kita.

Dengan demikian perlu belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui oleh Radikalisme, Konflik sosial, Terorisme dan perang saudara. Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika kita bisa terhindar dari masalah tersebut.

“Saya mengajak peran aktif para ulama, Ustadz, Pendeta, Pastor, bhiksu, Pedanda, tokoh Masyarakat, Pendidik, Pelaku seni dan budaya, pelaku media, Jajaran Birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga pancasila,” tutur Presiden Joko Widodo.

Pemerintah pasti bertindak Tegas terhadap organisasi organisasi dan gerakan gerakan yang anti Pancasila, Anti UUD 1945, Anti Bhineka Tunggal Ika. Pemerintah bertindak tegas jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang jelas di larang di bumi Indonesia.

Hadir pada Upacara tersebut diantaranya Komandan Kontingen Kolonel Inf Surya Wibawa S, Letkol Inf I Made Putra Suartawan (Dansatgas FPC), Mayor Inf Rooy Chandra Sihombing (Dansatgas MCOU), Mayor Arh Choirul Huda (Dansatgas CIMIC Unit), Mayor Laut (K) Wagiyo, S.Kep (Dansatgas Level II Hospital), Para Kasi Satgas dan Staff Officer Force Commander UNIFIL. (Rls Puspen TNI/Red)

Tinggalkan Komentar Anda