Kota Pendidikan “Ternoda” Oleh Statement Arogan Pairin, HMI Tuntut Wali Kota Minta Maaf

1554
Kota Pendidikan Ternoda Oleh Statement Arogan Pairin, HMI Tuntut Wali Kota Minta Maaf
Masa HMI melakukan aksi bakar ban, Senin (22/05/2017) Foto: Hendra - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Terkait dengan rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Metro akan gusur Institut Agama Islam (IAI) Agus Salim, puluhan masa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Metro berunjuk rasa di Kantor Pemkot Metro, Senin (22/05/2017).

Dalam unjuk rasa tersebut, para mahasiswa meminta Pemkot untuk bertanggung jawab terhadap 1.200 mahasiswa dan 200 siswa atas penggusuran Gedung Institut Agama Islam (IAI) Agus Salim Metro.

Kemudian, HMI Kota Metro meminta Wali Kota Metro Achmad Pairin untuk meminta maaf kepada masyarakat secara terbuka atas statementnya yang dinilai arogan, yakni “Itukan tanah kita, siapa suruh bangun” dan perkataan tersebut sangat tidak mendidik apalagi berasal dari seorang Wali Kota. Selain itu, HMI juga meminta Pemkot Metro untuk mempertanggung jawabkan atas beberapa penodaan atas visi dan misi yang berkaitan dengan keberlangsungan pendidikan.

Kota Pendidikan Ternoda Oleh Statement Arogan Pairin, HMI Tuntut Wali Kota Minta Maaf 2
Masa HMI melakukan unjuk rasa di depan pintu gerbang Kantor Pemda Kota Metro, Senin (22/05/2017) Foto: Hendra – Sebatin.com

“Dengan gaya premanismenya bicara di depan media massa dan dijadikan bahan konsumsi masyarakat umum. Pertanyaannya, kenapa sosok yang arogansi bisa memimpin Kota Metro?” ujar Ketua HMI Cabang Kota Metro Muhammad Rozhi Fauzi.

Diketahui, aksi unjuk rasa tersebut sempat ricuh lantaran para mahasiswa tidak terima ban yang mereka bakar di pintu gerbang Kantor Pemda Metro hendak dimatikan oleh petugas BPBD. Kemudian, terjadi saling dorong antara mahasiswa dan petugas kepolisian. Akhirnya petugas kepolisian berhasil meredam aksi tersebut. (Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda