Kronologis Rekonstruksi Kasus Pencabulan Pelajar Tuma’ninah Yasin Kota Metro

9772
Kronologis Rekonstruksi Kasus Pencabulan Pelajar Tumaninah Yasin Kota Metro 00
Rekonstruksi kasus pencabulan peljar Tumaninah Yasin yang di lakukan di lokasi pengganti di TKK Tumaninah Yasin, Senin (26/09/2016). Foto : Ade Embun - Sebatin.com

Sebatin.com – Rekonstruksi yang digelar oleh pihak kepolisian Polres Kota Metro, Senin (26/09/2016), berkaitan dengan adanya peristiwa pencabulan terhadap beberapa siswa di lembaga pendidikan Tuma’ninah Yasin yang berada di Jalan Pala No. 51 / 15 Kauman, Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat. Rekonstruksi tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Kota Metro AKP. Yohanis dengan dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Kota Metro, Camat Metro Pusat Triana Aprilia, dan Lurah Metro Robby K Saputra.

Dalam rekonstruksi ini, Polres Kota Metro menghadirkan kedua pelaku dan beberapa saksi. Sedangkan untuk pemeran korban, pihak kepolisian mewakilkannya dengan pemeran pengganti dan sebuah boneka manekin.

Dalam rekonstruksi yang dilaksanakan oleh pelaku pertama berinisial SG (30) dilakukan rekonstruksi sebanyak 19 adegan. Pelaku melaksanakan aksinya terhadap korban berinisial W (16) seorang pelajar Kelas 11 di Madrasah Aliyah (MA) Tuma’ninah Yasin Kota Metro. Kepada pihak kepolisian, pelaku mengaku melakukan aksi bejatnya tersebut sebanyak dua (2) kali dalam satu (1) hari, tepatnya pada pagi dan malam hari di rumah tinggalnya yang berupa kost-kost an yang terletak di Gang Merdeka No. 24 Jalan A.R. Prawira Negara, Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat. Namun pada rekonstruksi yang digelar oleh pihak Polres Kota Metro, lokasi sebenarnya digantikan di sebuah ruangan yang berada di TKK Tuma’ninah Yasin dengan menyetingnya menjadi sebuah kamar. Sedangkan pelaku pencabulan SG sendiri berprofesi sebagai salah satu tenaga pengajar dan penjaga sekolah di TKK Tuma’ninah Yasin Kota Metro.

Kronologis Rekonstruksi Kasus Pencabulan Pelajar Tumaninah Yasin Kota Metro 01
Pelaku pertama SG sedang melakukan rekonstruksi atas aksi cabulnya terhadap korban W di lokasi pengganti kamar kos milik pelaku, Senin (26/09/2016). Foto : Ade Embun – Sebatin.com

Kronologis kejadian yang digambarkan oleh pelaku SG diawali dengan pelaku menjemput korban (W) di halaman TKK Tuma’ninah Yasin dan sempat berpamitan kepada beberapa teman korban yang pada waktu yang bersamaan ada di lokasi tersebut. Kemudian pelaku membawa korban ke lokasi kamar kostnya dengan mengendarai kendaraan roda dua (2). Sesampainya di kamar kost, pelaku dan korban langsung masuk ke dalam kamar, di dalam kamar pelaku dan korban sempat berbincang-bincang dengan posisi tidur-tiduran bersampingan, tak lama kemudian pelaku mencoba meraba dan meremas alat vital korban, merasa tidak ada perlawanan dari korban, pelaku lalu memberanikan diri untuk memasukan tangannya ke dalam celana korban yang dilanjutkan dengan aksi oral sex oleh pelaku sampai korban mengalami ejakulasi. Dan kegiatan serupa terulang kembali di malam hari pada tempat yang sama. Dari 19 adegan yang dilaksanakan oleh pelaku, tidak terlihat adanya unsur pemaksaan atau ancaman dari pelaku kepada korban.

Kronologis Rekonstruksi Kasus Pencabulan Pelajar Tumaninah Yasin Kota Metro 02
Rekonstruksi pelaku kedua SY atas pencabulan terhadap korban SJW di kamar pengurus Masjid Tumaninah Yasin, Senin (26/09/2016). Foto : Ade Embun – Sebatin.com

Sedangkan pelaku pencabulan ke dua dengan inisial SY (25) melancarkan aksi cabulnya kepada SJW (14) yang juga salah seorang pelajar Kelas 9 di Madrasah Tsanawiyah (MTS) Tuma’ninah Yasin Kota Metro. Pelaku SY melaksanakan aksinya kepada korban SJW sebanyak 5 (lima) kali dalam waktu yang berbeda namun pada tempat yang sama, yaitu di salah satu ruangan yang berada di Masjid Tuma’ninah Yasin, yang dijadikan tempat tinggal oleh pelaku selama ini. Pelaku sendiri berprofesi sebagai Staff Administrasi di Yayasan Tuma’ninah Yasin Kota Metro, dan merupakan seorang mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Kota Metro.

Pelaku pencabulan SY melakukan rekonstruksi sebanyak 14 adegan, kronologis kejadian yang didapat dari rekonstruksi tersebut, yaitu diawali dengan SY bersama beberapa teman korban sedang berada di dalam kamar pelaku, menonton sebuah film pada laptop milik pelaku, tak lama kemudian datang korban SJW bergabung bersama di dalam kamar. Setelah beberapa lama, teman-teman korban pergi meninggalkan korban sendirian bersama pelaku di dalam kamar. Menurut pengakuan pelaku, saat itu ia sedang tidur-tiduran dan terbangun melihat korban sedang menyaksikan adegan film dewasa pada laptop pelaku. Lalu pelaku meminta kepada korban untuk memijat tubuhnya, usai memijat, korban kembali tidur di samping pelaku sambil menyaksikan lagi adegan film dewasa di dalam laptop, pada saat itulah pelaku melancarkan aksinya dengan mencoba menggerayangi dubur korban dari luar, merasa tak ada perlawanan dari korban, kemudian pelaku menarik korban ke atas kasur lalu tangan pelaku mencoba menggerayangi alat vital korban, yang kemudian dilanjutkan dengan menstimulasi alat vital korban dengan tangan kanannya, setelah korban mengalami ejakulasi, pelaku mencoba menggesek-gesekkan alat vitalnya di selangkangan korban sampai pelaku mengalami ejakulasi. Usai melaksanakan aksinya, pelaku menyuruh korban untuk pergi keluar dari kamar, dengan alasan dirinya akan bersiap-siap bertugas sebagai Muadzin di Masjid Tuma’ninah Yasin.

Rekonstruksi yang digelar oleh pihak Polres Metro ini berlangsung dengan lancar dan di laksanakan dengan waktu kurang lebih selama 2 (dua) jam, di akhiri tepat saat adzan Dzuhur bergema. Usai rekonstruksi ini, pihak Polres Kota Metro selanjutnya akan melaksanakan Tahap 1 (satu) guna penelitian terhadap berkas perkara di Kejaksaan Negeri Kota Metro.

Kejadian pencabulan yang dilakukan oleh para pelaku tersebut terjadi sekitar bulan Juli 2016, namun para korban baru melaporkannya pada tanggal 5 September 2016, berdasarkan himbauan dan arahan dari pengurus Yayasan Tuma’ninah Yasin Kota Metro.

Kronologis Rekonstruksi Kasus Pencabulan Pelajar Tumaninah Yasin Kota Metro 03
Kasat Reskrim Polres Kota Metro AKP. Yohanis usai rekonstruksi kasus pencabulan pelajar Tumaninah Yasin, Senin (26/09/2016). Foto : Ade Embun – Sebatin.com

Kasat Reskrim Polres Kota Metro, AKP. Yohanis mengatakan, sementara ini motif dari kasus pencabulan tersebut masih berdasarkan atas dorongan nafsu dari orientasi seksual yang menyimpang. Ia juga menjelaskan jika memang masih ada korban-korban yang lainnya, dirinya berharap untuk segera melaporkannya kepada pihak kepolisian Polres Kota Metro.

“Di luar kontek kegiatan suka sama suka ataupun adanya prilaku penyimpangan seksual antara korban dan pelaku, kepolisian melihatnya dari konteks UU Perlindungan Anak, jadi ketika korbannya masih anak-anak, penyidik dalam hal ini penegak hukum wajib untuk memproses secara hukum yang berlaku, ketika memang ada laporan baik itu dari korban mau pun saksi yang mengetahui atau pun melihat secara langsung peristiwa tersebut,” jelas Yohanis.

(Ade Embun)

Tinggalkan Komentar Anda