KTNA Kota Metro Masa Bhakti 2016-2021 Resmi Dikukuhkan

297
KTNA Kota Metro Masa Bhakti 2016-2021 Resmi Dikukuhkan
Ketua KTNA Provinsi Lampung Kaslan menyerahkan pataka kepada Ketua KTNA Kota Metro Gusmin SP sebagai tanda sudah dilantik, Kamis (30/03/2017). Foto: Hendra - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Kepengurusan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Metro masa bhakti 2016-2021 resmi dikukuhkan. Pelantikan tersebut, dilakukan di hamparan sawah Kelurahan Tejosari Kecamatan Metro Timur, Kamis (30/3/2017).

Pengukuhan KTNA Kota Metro masa bhakti 2016-2021 tersebut, dilakukan oleh Ketua KTNA Provinsi Lampung, Kaslan.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Wali Kota Metro Djohan, Anggota DPRD Kota Metro Santori, Forkopimda Kota Metro, pengurus KTNA Kota Metro terlantik, serta masyarakat sekitar.

Ketua KTNA Provinsi Lampung Kaslan berharap, pengurus KTNA Kota Metro yang baru bisa terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Metro. Hal ini, untuk mencari informasi terkait program pertanian dari pemerintah dan menginformasikannya kepada para petani.

“Supaya tidak tumpang tindih dan apa yang diinginkan petani tidak sesuai dengan apa yang diberikan pemerintah. Misal petani ingin traktor, sama pemerintah diberikan sapi,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Metro Djohan meminta pengurus KTNA yang baru untuk berperan aktif sesuai tugas dan fungsinya. Ini lantaran Pemkot Metro tidak bisa mengetahui kebutuhan para petani di setiap kecamatan tanpa adanya informasi.

KTNA Kota Metro Masa Bhakti 2016-2021 Resmi Dikukuhkan 2
Wakil Wali Kota Metro Djohan saat meninjau demplot pertanian KTNA Kota Metro, Kamis (30/03/2017). Foto: Hendra – Sebatin.com

Menurut Djohan, jika hanya mengandalkan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3), tidak akan terjangkau.

“Mereka harus menyadari dulu, apa sih tugas KTNA? Maka saya tadi tekankan jangan hanya iya-iya saja atau siap-siap saja dia harus tau tugasnya apa. Kalau mereka tidak siap ganti saja. Kalau hanya mengandalkan dinas yang pegawainya terbatas dan mereka pakai sepatu dan tidak mungkin turun ke sawah mereka tidak akan bisa tahu,” katanya.

Untuk itu, dirinya berharap ada komunikasi supaya bisa tahu apa yg dibutuhkan petani. Karena setiap kecamatan berbeda-beda keinginannya.

“Maka yang saya perlukan itu praktek di lapangan. Nah kalau hasil praktek disinergikan dengan pendidikan yang diperoleh, itu disinergikan, itu dikomunikasikan, itu akan baik,” paparnya.

Di lain sisi, Anggota Komisi II DPRD Kota Metro Santori mengaku akan mendukung program pemerintah selagi mensejahterakan masyarakat.

Masih di tempat yang sama, Ketua KTNA terlantik Gusmin SP. mengaku akan membangun petani di Kota Metro untuk terus maju.

“Salah satunya melalui demplot pertanian ini. Ini untuk membangun petani yang semakin maju. Demplot ini ukuran seperempat hektar. Panennya diperkirakan 92 atau 95 hari,” pungkasnya.

(Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda