Launching Ceremony Kartu Identitas Anak (KIA) Tahun 2016 di Kota Metro

695
Launching Ceremony Kartu Identitas Anak (KIA) Tahun 2016 di Kota Metro
Pemukulan gong pada acara Launching Ceremony Kartu Identitas Anak (KIA) Tahun 2016 Kota Metro. Foto: Pak Mo

Sebatin.com, Kota Metro – Kota Metro terpilih menjadi percontohan pelaksanaan penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) tahun 2016 yang dilaunching langsung oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri Prof. Dr. Zudan Arif Fakrullah di Gedung Wanita Kota Metro Rabu (19/10/2016).

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Metro Maria Fitri Jaya Singa menjelaskan, anak usia 0-18 di Kota Metro mencapai 51.180 anak, dan sebanyak 48.155 sudah membuat akta kelahiran. Selain itu, dari jumlah penduduk Kota Metro 164.284 jiwa yang sudah memiliki KTP-el, dan saat ini untuk KTP-el yang sudah melakukan perekaman mencapai 98,5% dari wajib KTP 114.981 jiwa.

”Artinya untuk pembuatan akta kelahiran kurang 7 persen, dan untuk KTP-el kurang 1,5 persen atau kurang lebih 2.113 jiwa lagi. Saya harap mulai besok, masyarakat sudah memiliki kesadaran untuk membuat KIA. Kami sudah mendapat blangko KIA dari pemerintah pusat sebanyak 25.679,” jelasnya.

Menurutnya, KIA ini sangat penting untuk anak. Yakni salah satunya untuk memberikan identitas kepada anak usia 0 s/d 17 kurang sehari dan melindungi konstitusional anak, membuat paspor, juga mempermudah dan memperlancar syarat-syarat sebagai kebutuhan dalam lembaga pendidikan, kursus-kursus.

”Syaratnya sangat mudah, yakni asli atau fotocopy KTP suami/istri, KK, buku nikah dan akta kelahiran. Kemudian pas foto sebanyak satun lembar untuk anak usia 6 sampai 17 tahun minus satu hari. Dan kemudian bawa kesini,” katanya.

Sementara, Ditjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrullah menuturkan, di Indonesia sudah 58 daerah yang menerapkan KIA. Dimana untuk Provinsi Lampung sendiri, Kota Metro menjadi pilot project lantaran cakupan akta kelahirannya sudah lebih dari 75 persen. Bahkan, di Kota Metro telah mencapai 77,60 persen cakupan akta kelahirannya.

”Untuk daerah lain di Lampung tahun 2017 akan diberlakukan KIA juga. Tapi target KTP-el sudah selesai dulu, minimal 90 persen untuk yang dewasa. Dan KIA juga didorong setelah cakupan akta kelahirannya mencapai 75 persen. Sebab tahun 2019 seluruh Indonesia akan memberlakukan KIA. Makanya kita persiapkan terus hal ini secara bertahap,” tuturnya.

Kata dia, penerapan KIA pertama kali di Yogyakarta tahun 2004, diikuti Solo 2007, lalu menyusul Balikpapan, Kota Malang dan Pangkal Pinang dan tahun 2016 diberlakukan secara nasional.

”Saya tegaskan semua pelayanan administrasi kependudukan itu gratis,” katanya.

Walikota Metro Achmad Pairin mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Kota Metro karena cakupan akta kelahirannya mencapai 77,60 persen di tahun 2016. Bahkan, kata dia, pada periode 30 September 2016 cakupan akta kelahiran di Kota Metro mencapai 93 persen.

”Dan sejauh ini tidak ada keluhan masyarakat. Ini merupakan usaha kita bersama dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik khususnya dalam bidang pelayanan kependudukan di Kota Metro,” tutupnya.

(Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda