LSM DAMAR dan LADA Bandar Lampung Kawal Proses Penyidikan Kasus Pelecehan Siswi TKK Pertiwi Kota Metro

959
LSM DAMAR dan LADA Bandar Lampung Kawal Proses Penyidikan Kasus Pelecehan Siswi TKK Pertiwi Kota Metro
Tim Advokasi LSM DAMAR & LADA Di MAPOLRESTA Metro (Embun)

Sebatin.com – Tim Advokasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) DAMAR dan LADA Bandar Lampung menyambangi Mapolres Kota Metro guna meminta kejelasan kepada penyidik, serta mengawal proses hukum yang menimpa Murid TKK Pertiwi Metro yang menjadi korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan salah satu oknum penjaga sekolah.

Meda Fatmayanti, SH Tim advokasi dari DAMAR menuturkan, bahwa keterlibatan mereka dalam kasus ini tidak hanya akan memonitor proses hukumnya saja, namun mereka juga akan konsentrasi dalam mendampingi korban guna pemulihan psikologi korban pasca kejadian, karena menurutnya, psikologi korban kemungkinan akan pulih dalam waktu yang lama karena mengalami trauma yang mendalam.

Meda juga mengharapkan kepada pihak kepolisian untuk dapat lebih fokus dan secepatnya menangani perkara tersebut, dikarenakan korban adalah anak di bawah umur yang pasti akan merasa terganggu dengan proses penyidikan, terlebih apa yang dialami korban pasti akan melekat dalam hidupnya. Ia juga berharap Polres Metro mempunyai terobosan-terobosan dalam mengungkap kasus tersebut, tidak hanya tergantung dari pengakuan terduga pelaku serta alat bukti yang dinyatakan pihak kepolisian tidak mencukupi.

“ Dari perspektif Damar sebenarnya kasus ini tidak perlu berbelit-belit, karena sebenarnya sudah ada beberapa bukti yang bisa menjadi acuan pihak kepolisian untuk segera menetapkan tersangka, dan kalau kepolisian mengharapakan terduga pelaku mengakui perbuatannya, dalam hal ini sangatlah mustahil “ ujar Meda.

Sementara itu, Lembaga Advokasi Anak (LADA) yang diwakili oleh Turaihan Aldi, mengatakan, bahwa dalam hal ini pihak Polres Metro kurang memahami dalam perspektif hak anak atau korban, menurutnya dari pengakuan saksi teman korban yang menyatakan adanya teriakan korban saat kejadian, dan saksi korban sudah menyebut nama seseorang yang diduga pelaku, itu sudah cukup untuk pihak kepolisian dapat menangkapnya. (Embun)

Tinggalkan Komentar Anda