Mahasiswa Ini Anggap DPRD Metro Tak Mampu Memanfaatkan Website Resminya

954
Penampangakan Website Resmi DPRD Kota Metro. Diakses dari http://dprd.metrokota.go.id/ Kamis (23/11) Malam.

Sebatin.com, Metro – Website resmi DPRD Kota Metro kurang dimanfaatkan. Terbukti, saat mencoba mengakses http://dprd.metrokota.go.id/ , Kamis (23/11), malam, update terakhir yang berkenaan dengan kegiatan DPRD, terjadi pada tahun 2016 silam.

I Putu Setiawan, salah seorang mahasiswa di Kota Metro, menyayangkan keadaan tersebut. Sebab, di zaman teknologi, para anggota dewan harusnya bisa memanfaatkan website tersebut sebaik mungkin. Apalagi, pasca reformasi, masyarakat berhak mendapatkan keterbukaan informasi.

“Seharusnya mereka kan memposting kegiatan resmi. Semisal, reses, kunjungan dan kegiatan-kegiatan yang lain,” kata Putu.

Lebih dari itu, DPRD yang sudah terlanjur mendapat stigma negatif dari masyarakat, seharusnya bisa menjawab dengan menjelaskan pengelolaan anggaran yang telah disahkan oleh wakil rakyat melalui website tersebut. Karena, sampai hari ini, jamak masyarakat yang tidak paham bagaimana APBD Kota Metro itu dikelola.

“Kalau sampai hari ini DPRD Kota metro belum mampu menjelaskan pengelolaan APBD lewat website resminya, maka, jangan salahkan mereka jika mereka menganggap setiap kegiatan Dewan mendapat stigma buruk,” Jelas Putu.

Selain itu, tambah putu, tidak sedikit para anggota DPRD yang memilih media mainstream dan juga media sosial untuk menginformasikan semua kegiatan resminya. Dengan bagitu, para anggota dewan terkesan hanya melakukan pencitraan. Belum lagi, website resmi tersebut setiap tahun ada kemungkinan mendapat kucuran dari APBD.

“Kalau kegiatan resmi kan seharusnya diinformasikan melalui website resminya. Kalau begini, mereka (Dewan) hanya menunjukkan kesan pencitraan.” Tegasnya.

Ia berharap, DPRD Kota metro mampu memanfaatkan media teknologi untuk mengelola website resminya dengan baik. Belum lagi, lanjut Putu, hari ini masyarakat sudah darurat hoax. Dengan adanya website resmi, setidaknya para Dewan bisa memberikan informasi yang real kepada masyarakat.

“Idealnya itu, website resmi dijadikan rujukan oleh media mainstream. Jadi, setiap kegiatan ditulis dan didokumentasikan agar bisa dirujuk untuk kepentingan media-media maintsream,” tutup Putu berapi-api.

Kontributor : Ibnu Wardi

Tinggalkan Komentar Anda