Mangkrak, Dishub Metro Dilema Operasikan TAB Tejoagung

403
Mangkrak, Dishub Metro Dilema Operasikan TAB Tejoagung
Kondisi TAB Tejoagung yang mangkrak dan tak terawat. Foto: Hendra - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Dinas Perhubungan Metro merasa dilema untuk mengoperasikan Terminal Angkut Barang (TAB) Tejoagung. Pasalnya, terminal yang peruntukannya untuk aktivitas bongkar muat di Kota Metro tersebut belum memiliki fasilitas yang memadai.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Candra Laksana mewakili Kepala Dishub Metro M. Syafei menjelaskan, sebelumnya untuk mengoperasikan TAB, sudah dibuatkan payung hukum yakni Perda No. 8 tahun 2014 dan Perwali No. 35 tahun 2016. Tetapi, dalam aturan Menhub TAB harus memiliki fasilitas yang memadai seperti gudang, tempat istirahat sopir, WC dan lainnya.

“Kita dilema ya. Di sana disebutkan terminal angkut barang tapi pelayananya tidak ada. Kita fasilitas gudang, tempat istirahat untuk sopir belum ada, wc. Kita belum sanggup mengoperasikan itu, nanti kita dikomplain masyarakat karena itu belum ada fasilitas,” jelasnya ketika dikonfirmasi, Selasa (30/05/2017).

Padahal, lanjutnya, retribusi dari TAB jika beroperasi bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Metro. Pasalnya, retribusi kendaraan barang truck besar Rp. 10.000, Truck Sedang Rp. 8.000, Pickup 5.000, kendaraan pribadi 2.000, dan sepeda motor 500.

“Itu bisa menambah PAD. Kita sudah bisa pungut retribusi, tetapi nanti kita di kompalin masyarakat. Kita kan narik retribusi harus ada yang diberikan fasilitas kepada masyarakat,” lanjutnya.

Dishub, terus Candra, sudah mengusulkan untuk pembangunan fasilitas TAB Tejoagung. Namun, belum terealisasi lantaran terbentur anggaran.

“Kita juga sudah usulkan melalui dana alokasi khusus (DAK), tapi tidak bisa karena dana DAK hanya untuk fasilitas keselamatan saja tidak dalam bentuk fisik,” terangnya.

Ia menambahkan, TAB merupakan fasilitas untuk bongkar muat di Kota Metro. Dimana, kendaraan besar seperti truck tidak bisa masuk kota. Kemudian, barang-barang yang diangkut truck tersebut dibongkar di TAB.

“Nah nanti untuk distribusi ke kota dari sana menggunakan pick up kecil. Jadi wilayah kota tidak terganggu dengan kendaraan besar,” tutupnya.

(Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda