Masa Tanam Palawija, Pemkot Metro Gelontorkan 19,65 Ton Bantuan Benih Jagung Hibrida

4
Masa Tanam Palawija, Pemkot Metro Gelontorkan 19,65 Ton Bantuan Benih Jagung Hibrida
Walikota Metro Achmad Pairin bersamajajaran Forkopimda dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro, dalam kegiatan Gerakan Percepatan Tanam Jagung Hibrida Perdana Musim Tanam Palawija di hamparan Kelompok Tani (Poktan) Laksana II Rejomulyo, Metro Selatan, Rabu (24/06/20).

Sebatin.com, Kota Metro – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan setempat melakukan Gerakan Percepatan Tanam Jagung Hibrida Perdana Musim Tanam Palawija di hamparan Kelompok Tani (Poktan) Laksana II Rejomulyo, Metro Selatan, Rabu (24/06/20).

Pada musim tanam ke-II ini, petani yang berada di wilayah aliran saluran irigasi Sekampung Batanghari dipastikan tidak akan menanam padi, melainkan melakukan percepatan budidaya tanam jagung hibrida, yang pelaksanaannya akan dibantu oleh Pemkot setempat dengan menggelontorkan bantuan berupa benih tanaman jagung sejumlah 19.650 kilogram (19,65 ton).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro, Heri Wiratno menjelaskan, sebelumnya pada masa tanam I, lahan seluas 48 hektar yang ditanami padi sudah selesai dipanen dan mengalami penurunan produksi dikarenakan kondisi lingkungan, angin dan cuaca yang buruk sehingga banyak tanaman padi yang roboh, namun secara kualitas masih tetap bisa dikatakan baik. Dan pada masa tanam II ini akan segera dilakukan percepatan tanam jagung hibrida musim tanam palawija tahun 2020.

“Ini akan dilakukan dengan sebaik mungkin, guna menghasilkan produksi jagung berkualitas dan berkuantitas tinggi yang nantinya dapat berdampak pada ketersediaan pangan dan kesejahteraan petani,” ujar Heri.

Sementara itu, Walikota Metro Achmad Pairin mengucapkan selamat kepada para petani yang telah berhasil mengelola sawah di masa tanam I. “Untuk itu diperlukan partisipasi dari semua pihak pemerintah terutama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, agar dapat memberikan berbagai kemudahan kepada para petani dalam mendapatkan sarana produksi dan mengurangi biaya produksi,”terangnya.

“Hal itu dapat dilakukan dengan cara berkoordinasi, memberi bimbingan dan pengawalan pada saat menyediakan benih, pupuk bersubsidi, air yang cukup dan peralatan pertanian yang efektif,” pungkas Ahmad Pairin. (Red)

Tinggalkan Komentar Anda