Memanfaatkan Media Sosial Untuk Karir

254
Memanfaatkan Media Sosial Untuk Karir
(Ilustrasi)

Sebatin.com – Di zaman modern ini, orang dari seluruh dunia bisa terhubung secara online dengan cepat karena bantuan internet. Tak bisa dipungkiri, internet dewasa ini adalah hal yang nyaris bisa dikatakan sebagai kebutuhan primer. Bahkan, penggunaan kuota internet saat ini lebih diperlukan daripada pulsa kartu handphone.

Semakin hari semakin banyak media sosial lahir dan berkembang. Di antaranya adalah Facebook, Twitter, Instagram, Line, dan lain-lain. Juga, nyaris bisa dikatakan bahwa hampir tidak ada orang di zaman modern ini yang tidak menggunakan media sosial.

“Saya hanya melakukan apa yang menguntungkan!” Anonymous

Terkadang ada orang yang melakukan suatu hal hanya jika hal tersebut mendatangkan keuntungan. Hal ini bukanlah suatu hal yang buruk. Menguntungkan bukan berarti selalu berkaitan dengan uang. Maka, orang-orang yang demikian biasanya menggunakan media sosial hanya untuk meningkatkan karirnya, dan atau memperkenalkan skill-nya.

Bila berpikir secara matematis, bukankah harga kuota internet itu cukup mahal? Mengapa membuang-buang uang untuk membeli kuota internet, hanya sekadar untuk melihat berita-berita teman-teman yang terkadang justru banyak negatifnya? Mungkin ada yang menganggap hal demikian bukanlah hal yang merugikan, tapi bila hal tersebut dilakukan secara berulang-ulang dan terus-menerus, apa masih tidak merugikan? Menghabiskan waktu dan uang? Apa tidak jenuh?

Di zaman sekarang, tak sedikit yang telah memanfaatkan media sosial untuk menunjang karir. Di antaranya adalah para penulis, para pelukis, para desain grafis, para penyanyi, para fotografer, para artis, para pengusaha, para gym trainer, bahkan artis-artis media sosial.

Dengan mempromosikan diri atau produk yang kita ciptakan melalui media sosial, bukankah hal tersebut akan membawa keuntungan yang besar? Para penulis misalnya, buku-buku mereka akan laku terjual hingga bestseller; atau para pelukis yang mempromosikan diri dan produknya, sehingga lukisannya dibeli banyak orang. Tak hanya itu, para pengguna media sosial yang memanfaatkannya demi kepentingan karir itu juga bisa mendapatkan tawaran dari berbagai pihak dan stake holders.

Tak lupa, dengan memberikan “image” kepada khalayak mengenai identitas dan produk yang kita hasilkan, membuat kita menjadi lebih dikenal, dihargai, bahkan dijadikan inspirasi.

Jadi, mulai sekarang, marilah kita manfaatkan media sosial untuk hal-hal positif yang menguntungkan. Bukan lagi untuk hal-hal yang remeh-temeh yang sejatinya merugikan, hanya saja kita tak menyadarinya. (Al Hadeed)

Tinggalkan Komentar Anda