Memori Untuk Ibu, Novel yang Menggugah

262
Memori Untuk Ibu, Novel yang Menggugah
(Ilustrasi)

Sebatin.com – Bukan hanya anak ayam, anak manusia pun kalau ditinggal oleh ibu dan bapaknya pastilah akan menangis dan kesusahan untuk hidup. Bahkan, bisa membuatnya mati. Tak bisa dipungkiri, ini terjadi secara alami; ini hukum alam.

Namun, berbeda dengan Hamid Abqari dan Tariq Karim dalam novel Memori Untuk Ibu ini. Meskipun ayah dan ibunya sudah tiada, tapi mereka terus berjuang. Mereka adalah kakak beradik, yang sebelum ditinggal ibunya karena meninggal, mereka adalah seorang santri di sebuah pesantren. Mereka masih kelas sembilan tsanawiyah.

Bahkan, tak hanya itu, Tariq Karim adalah seorang penyandang disabilitas. Ia tidak normal seperti anak-anak umumnya. Saat berbicara pun, ia tidak jelas. Hanya orang-orang yang selalu dekat dengannya, atau orang-orang yang mengerti dan ahli di bidang disabilitaslah yang dapat menangkap kata-kata Tariq. Di samping itu, ada Hamid Abqari Sang Adik yang senantiasa melindungi kakaknya dari berbagai cobaan dan rintangan. Mereka berdua harus bertahan dan maju dalam menghadapi hidup yang begitu keras.

Tak hanya sampai di situ, bahkan mereka memiliki sebuah impian yang harus diwujudkan. Bukan untuk menjadi orang yang sukses secara finansial ataupun akademik. Tapi sebuah impian yang sungguh mulia. Impian ini adalah sebuah permintaan atau amanah dari Sang Ibu sebelum meninggal. Impian yang apabila dikerjakan dan diselesaikan akan mendatangkan kemuliaan yang luar biasa. Bukan hanya untuk Sang Ibu, tapi juga untuk mereka.

Tapi, apakah mereka bisa mewujudkan impian tersebut? Sementara kehidupan terus-menerus mencekik mereka, sehingga bisa saja membuat mereka mati kelaparan. Apakah ada yang akan membantunya? Di tengah zaman yang sifat individualismenya sudah begitu tinggi? Apakah mereka pun akan bisa meraih kesuksesan di masa depan?

Novel Memori Untuk Ibu diterbitkan oleh Aksara Aurora yang berpusat di Pati, Jawa Tengah. Novel ini telah terjual secara nasional dan dibaca oleh kalangan pelajar, hingga orang dewasa. Novel ini telah mengisi tiga perpustakan sekolah. Saat ini, novelet inspirasi ini tengah bersaing dengan novel-novel lainnya di ajang Pencarian Tokoh Sastra Majalah Tempo.

Untuk pemesanan, Anda bisa langsung menghubungi Hadi Winata selaku penulisnya. Bahkan, bila mau, Anda bisa minta untuk dibubuhi tanda tangan penulisnya. (Al Hadeed)

Tinggalkan Komentar Anda