Menangani Konflik, Mabes Polri Kunjungi Lampung Tengah

127
angani-Konflik,-Mabes-Polri-Kunjungi-Lampung-Tengah
Saat Tim Rojianstra Mabes Polri kunjungi Pemkab Lampung Tengah (Lamteng), di rumah dinas Nuwo Balak, Jumat, 20/10/2017. Foto : Pur sebatin.com

Sebatin.com, Lampung Tengah – Tim Rojianstra Mabes Polri kunjungi Pemkab Lampung Tengah (Lamteng), di rumah dinas Nuwo Balak, Jumat, 20/10/2017. Pasalnya, kedatangan Mabes Polri tersebut untuk mengkaji program keamanan yang telah dijalankan di Lamteng.
Perwakilan Tim, AKBP Barli menanyakan kepada Bupati Mustafa, bagaimana kesigapan Pemkab Lamteng dalam menangani konflik yang terjadi, dan upaya pencegahannya. Sebab, diketahui Lamteng sudah beberapa kali terjadi konflik. Selain itu, sejauh mana hubungan antara kebijakan-kebijakan Pemkab Lamteng yang dapat disinergikan dengan masalah keamanan.

“Jika segala fungsi keamanan dapat berjalan dengan baik, maka segala urusan pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan dengan baik,” tegas AKBP Barli, Jumat, 20/10/2017.

Bupati Lamteng, Dr. Ir. Hi. Mustafa, M.H. mengatakan bahwa untuk menangani keamanan, Pemerintah Daerah Lamteng memiliki sistem dalam penanganannya. Menurutnya, saat dirinya menjabat sebagai Wakil Bupati ada 8 kali terjadi konflik yang terjadi di Lamteng. Penyebabnya sengketa lahan, tindak kriminal curas, curat, curanmor, dan permasalahan lainnya, ujarnya.

Lanjut Mustafa, kondisi personel kepolisian di Lamteng sangat terbatas dibanding jumlah penduduk dan luas wilayah. Untuk itu, pihaknya harus menjaga lamteng dari sisi prefentifnya.

Agar permasalahan konflik tidak lagi terjadi di Lamteng, Mustafa mengaku membentuk sistem yang dimulai dari kampung dan melibatkan masyarakat langsung yaitu sistem keamanan kampung.

“Untuk menjaga keamanan, kami gulirkan kegiatan ronda. Dimana kegiatan ini dapat mencegah terjadinya tindak kriminal yang dapat menimbulkan konflik,” ucapnya.

Mustafa menambahkan, menjaga keamanan adalah tanggungjawab bersama. Untuk itu, bersama seluruh masyarakat Lamteng dirinya aktif mengikuti ronda dan atas dasar menggerakkan ronda ini tidak ada lagi konflik dan tindak pidana kriminal semakin berkurang, kata Mustafa.

Lanjutnya, upaya yang lain selain ronda adalah menciptakan Lamteng terang, yakni dengan memberikan penerangan di seluruh kampung sehingga tidak ada lagi kampung yang gelap di Lamteng dan juga membangun minimal 2 KM jalan kampung.

Sehingga masyarakat bisa membawa hasil bumi mereka untuk di jual kekota. Kami tidak hanya membangun infrasrukturnya saja, akan tetapi juga membangun strukturnya. Kami berdayakan para pamong dan linmasnya. mereka juga diberi tambahan insentif, begitu juga untuk babinsa dan babinkamtibmas, katanya.

Kemudian, untuk mencegah terjerumusnya pemuda kedalam tindakan kriminal dan narkoba, pihaknya membuat program KECe dan memberikan pembinaan kepada para pemuda di kampung, agar mereka memiliki kegiatan dan kreatifitas sehingga dapat menekan pengangguran.

“Melalui program ini, maka akan tercipta masyarakat yang mandiri yang bisa menciptakan lapangan kerja sendiri sehingga bisa mengurangi pengangguran. Penyebab utama tindak kriminal, kata dia, adalah karena mereka tidak punya pekerjaan dan penghasilan. Untuk itu kini pengangguran di Lamteng mulai berkurang,” tutup Mustafa.

(Pur)
Editor : Red

Tinggalkan Komentar Anda