Mengenal Penyakit Diabetes Melitus Berdasarkan Tipenya

312
Mengenal Penyakit Diabetes Melitus Berdasarkan Tipenya
Ilustrasi

Sebatin.com – Penyakit diabetes melitus saat ini telah menjadi momok menakutkan bagi penduduk dunia, terutama di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Tidak hanya orang dewasa saja, bahkan anak-anak pun bisa terserang penyakit ini.

Diabetes melitus adalah penyakit yang disebabkan oleh tingginya kadar glukosa di dalam darah akibat dari ketidakmampuan tubuh dalam melepaskan atau menggunakan insulin secara memadai. Untuk mengenal lebih jauh mengenai penyakit diabetes melitus ini, ada baiknya Anda mengetahui tipe atau jenis dari penyakit ini.

3 Tipe Penyakit Diabetes Melitus

Diabetes Melitus tipe I

Diabetes Melitus tipe I atau disebut dengan Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) pada umumnya menyerang anak-anak dan remaja. Gejala diabetes tipe 1 biasanya muncul secara mendadak, seperti tiba-tiba sering kehausan, kerap buang air kecil (ngompol pada balita), tubuh menjadi lemah, dan berat badan turun atau makin kurus.

Faktor utama yang menjadi penyebabnya adalah karena terganggunya sistem kekebalan tubuh, sehingga merusak sel beta pankreas. Kerusakan inilah yang menyebabkan terjadinya penurunan jumlah produksi insulin oleh pankreas atau pankreas sama sekali tidak bisa memproduksi insulin.

Jadi, untuk bisa bertahan hidup, umumnya penderita Diabetes Melitus tipe I sangat tergantung pada suntikan insulin.

Diabetes Melitus tipe II

Berbeda dengan Diabetes Melitus tipe I yang muncul secara mendadak, Diabetes Melitus tipe II berkembang dengan sangat lambat, sehingga gejalanya pun sering tidak terasa.

Diabetes Mellitus tipe II kerap disebut sebagai Diabetes Lifestyle, karena selain disebabkan oleh faktor keturunan, diabetes jenis ini juga bisa timbul akibat dari gaya hidup yang tidak sehat, seperti kegemukan (terutama di area perut), aktivitas fisik yang kurang, dan banyak mengkonsumsi makanan dengan gizi yang tidak seimbang.

Diabetes Melitus tipe II bisa terjadi karena pintu sel tubuh mengalami kerusakan dan tidak mau terbuka atau disebut juga dengan istilah resistensi insulin. Kondisi seperti ini akan mengakibatkan pankreas bekerja sangat keras dalam memproduksi insulin, karena untuk bisa menerobos resistensi insulin tersebut dibutuhkan insulin dalam jumlah yang banyak.

Jika kondisi semacam ini tidak segera ditangani secara tepat, maka pankreas akan mengalami kelelahan dan tentunya produksi insulin akan terus menurun, sehingga terjadilah penumpukan glukosa dalam darah.

Diabetes Mellitus tipe III

Diabetes Melitus tipe III atau Diabetes Mellitus Gestasional (DMG) adalah diabetes melitus yang hanya terjadi selama masa kehamilan dan biasanya akan pulih setelah melahirkan.

Walaupun bersifat temporer (sementara), namun jika Diabetes Gestasional ini tidak dirawat secara tepat, maka dapat mengganggu atau bahkan merusak kesehatan janin beserta ibunya.

Risiko yang umumnya dialami oleh bayi adalah makrosomia atau bayi lahir dengan berat badan berlebih (di atas normal). Selain itu, resiko seperti cacat otot rangka, penyakit jantung bawaan, serta kelainan sistem saraf pusat, juga dapat mengintai si bayi.

Demikianlah sekilas info mengenai beberapa tipe diabetes melitus yang dapat kami sampaikan. Semoga dengan adanya informasi di atas bisa menambah wawasan serta bermanfaat bagi Anda. (Red)

Tinggalkan Komentar Anda