Mengingat Kondisi Negara Saat Ini, Panglima TNI Ajak Seniman dan Budayawan Sebagai Duta Pertahanan Bangsa

288
Mengingat Kondisi Negara Saat Ini, Panglima TNI Ajak Seniman dan Budayawan Sebagai Duta Pertahanan Bangsa
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama Ketua PARFI56 Marcella Zalianty dalam sesi penyerahan bingkisan pada acara Sarasehan Kebangsaan di Balai Sarwono, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (21/12/2016). Foto: Puspen TNI

Sebatin.com, Jakarta Selatan – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo hadiri Sarasehan Kebangsaan yang digagas oleh Persatuan Artis Film Indonesia 56 (PARFI56) di Balai Sarwono, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (21/12/2016).

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, Ketua PARFI56 Marcella Zalianty serta beberapa artis senior seperti Nanik Widjaya, Dedi Sutomo, Eros Djarot, dan Gusti Randa.

Mengingat Kondisi Negara Saat Ini, Panglima TNI Ajak Seniman dan Budayawan Sebagai Duta Pertahanan Bangsa
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi artis senior Dedi Sutomo dan Ketua PARFI56 Marcella Zalianty dalam acara Sarasehan Kebangsaan di Balai Sarwono, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (21/12/2016). Foto: Puspen TNI

Dalam acara yang mengusung tema “Seni dan Kebudayaan Sebagai Esensi dari Pertahanan Bangsa” tersebut, Panglima TNI mengajak para seniman dan budayawan untuk aktif sebagai duta pertahanan bangsa, mengingat kondisi negara yang saat ini cenderung terpecah-belah.

Menurut Panglima TNI, Para seniman dan budayawan bisa menggerakan rakyat untuk melindungi bangsa Indonesia, karena seniman dan budayawan bekerja dan berkarya dengan bahasa nuraninya. Oleh karena itu, seniman dan budayawan haruslah memiliki semangat dan jiwa patriotisme untuk menyelamatkan bangsa Indonesia dengan bahasa nuraninya.

“Wali Songo saja untuk menyebarkan agama di nusantara ini, menggunakan pendekatan budaya,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Sementara itu, terkait dengan maraknya penyebarluasan informasi dan berita hoax yang kerap beredar di media sosial dewasa ini, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berharap agar seniman dan budayawan juga dapat berperan penting sebagai filtering.

“Informasi seperti ini dapat berpotensi memecah belah bangsa Indonesia, dan saya tidak ingin situasi ini dimanfaatkan pihak luar untuk menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa,” tegas Jendral bintang empat tersebut.

Mengingat Kondisi Negara Saat Ini, Panglima TNI Ajak Seniman dan Budayawan Sebagai Duta Pertahanan Bangsa 2
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat berbincang-bincang dengan para anggota PARFI56 pada acara Sarasehan Kebangsaan di Balai Sarwono, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (21/12/2016). Foto: Puspen TNI

“Indikasi itu sudah mulai ada di negara Indonesia, oleh karenanya momentum pembangunan harus tetap maju terus dan budayawan berperan sebagai pemersatu bangsa Indonesia,” ujar Panglima TNI.

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menegaskan, bahwa sesuai Undang-Undang, tugas TNI adalah melindungi segenap bangsa Indonesia. Akan tetapi, menurut Panglima TNI, tugas tersebut tidak dapat dilakukan sendiri, oleh karena itu harus dilakukan bersama-sama dengan rakyat yang ada didalamnya, termasuk seniman dan budayawan.

“Seniman dan budayawanlah yang bisa menyampaikan berita ini dengan cara membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan Indonesia melalui karyanya,” jelas Panglima TNI.

Lebih lanjut, Jenderal Gatot Nurmantyo coba mengingatkan, bahwa semua masyarakat Indonesia mempunyai sifat patriot, sehingga hal ini sebenarnya bisa menjadi modal yang seharusnya membuat negara Indonesia kuat.

“Kita adalah bangsa pejuang. Ini semua dapat dilihat dari seluruh suku di nusantara yang semuanya mempunyai ciri khas, yaitu tarian perang,” pungkas Panglima TNI.

(Rls Puspen TNI/Red)

Tinggalkan Komentar Anda